Burung-burung terbang di dekat perahu di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERSKapal 'zombie' kembali melintasi Selat Hormuz. Kapal yang diduga memakai identitas kapal Nabiin itu terlihat berada di Teluk Persia pada Minggu (22/3) malam berdasarkan data pelacakan kapal.Masih berdasarkan data yang sama, kapal tersebut kemudian terlihat berada di Teluk Oman pada Senin (23/3) pagi. Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg News mengindikasikan bahwa kapal yang dibuat pada 2002 itu telah dikirim ke tempat pembongkaran di Bangladesh 5 tahun yang lalu.Sehingga, kapal yang menyamar sebagai kapal Nabiin itu kemungkinan merupakan kapal 'zombie' yang mengambil identitas kapal yang telah dibongkar dan sah.Ini merupakan kejadian kedua munculnya kapal 'zombie' di Selat Hormuz setelah penampakan kapal Jamal yang berkedok membawa gas alam cair. Kapal Jamal terdokumentasi berada di tempat pembongkaran di India tahun lalu.Meski demikian, Bloomberg News masih belum bisa mengkonfirmasi identitas kapal yang menyamar sebagai kapal Nabiin, termasuk apakah kapal itu mengangkut minyak mentah.Kemunculan kapan Nabiin dan Jamal menunjukkan sejauh mana para pemilik kapal berusaha untuk mengirim kargo melewati Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup sejak AS-Israel menyerang Iran. Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu 2 hari kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, mengancam akan menyerang pembangkit listrik jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka. Iran menyatakan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika serangan terjadi.Sejauh ini, beberapa kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tampaknya terkait dengan Iran, atau tampaknya mendapat izin dari Iran untuk melintas. Kapal lainnya mematikan sinyal geolokasi untuk menghindari pelacakan.Kapal yang menyamar sebagai kapal Nabiin itu memasuki Teluk Persia beberapa jam sebelum perang pecah, dengan Khor Al Zubair di Irak sebagai tujuannya. Kapal tersebut tetap berada di teluk hingga keluar, meski pergerakan yang tepat tidak pasti karena gangguan elektronik yang berat pada sinyal transmisi kapal.Setelah meninggalkan teluk pada Minggu, muatan kapal tampaknya penuh berdasarkan pembacaan kedalaman dan tidak memiliki tujuan yang jelas.Muhit Maritime FZE dan Sagitta Maritime Co Ltd yang berbasis di Dubai terdaftar sebagai manager dan pemilik kapal Nabiin berdasarkan basis data internasional Equasis. Kedua perusahaan itu juga memiliki detail kontak yang sama. Panggilan telepon ke dua perusahaan itu tidak berhasil, dan email gagal terkirim.