Khidmatnya Warga Iran Salat Idul Fitri di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Wait 5 sec.

Jemaah Syiah Iran mengikuti salat Idulfitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla, Teheran (21/3). Foto: STR / AFPRibuan warga Iran mengikuti ibadah salat Idul Fitri di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Momen ibadah itu berlangsung dengan khidmat di berbagai kota, termasuk di ibu kota Iran, Teheran, meski ancaman serangan masih membayangi. Seperti yang diberitakan di AFP, salat Id digelar pada Sabtu (21/3), untuk menandai berakhirnya bulan Ramadan. Salat Id terpusat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak hadir dalam pelaksanaan salat tersebut. Ia diketahui belum tampil di publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.Jemaah Syiah Iran mengikuti salat Idulfitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla, Teheran (21/3). Foto: STR / AFPSebagai gantinya, Kepala Peradilan Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei hadir mengikuti salat di lokasi tersebut.Jumlah jemaah yang membludak membuat sebagian warga harus melaksanakan salat di luar area masjid. Rekaman televisi menunjukkan kerumunan besar di sekitar masjid, meski wilayah tersebut berisiko menjadi target serangan.Situasi keamanan di Teheran sendiri masih belum kondusif. Ibu kota Iran itu dilaporkan mengalami pemboman hampir setiap hari sejak dimulainya serangan gabungan AS dan Israel. Menurut kantor berita Fars, serangan udara juga dilaporkan kembali terjadi pada malam hari di sejumlah distrik Teheran dan wilayah sekitarnya, serta menyasar kota Isfahan. Meski demikian, salat Id tetap digelar di berbagai wilayah lain di Iran seperti Arak, Zahedan, hingga Abadan.