935 Kecelakaan Terjadi saat Mudik 13-18 Maret, 106 Orang Meninggal Dunia

Wait 5 sec.

Petugas kepolisian mengecek bus yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOPolri menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret 2026 untuk mengamankan arus mudik. Selama enam hari operasi tersebut berjalan Polri mencatat terjadi 935 kecelakaan lalu lintas.Data tersebut dibagikan dalam akun Instagram Divisi Humas Polri, @divisihumaspolri. Melalui keterangan tersebut Polri meminta pemudik untuk tetap waspada saat perjalanan mudik."Dari 13-18 Maret 2026, tercatat 935 kasus dengan 106 korban meninggal dunia. Jadi, jangan cuma fokus cepat sampai ya, yang penting selamat sampai," demikian keterangan tersebut dikutip Kamis (19/3).Dalam rentan waktu yang sama terdapat 196 korban luka berat, kemudian 1.554 orang mengalami luka ringan dan kerugian materiil mencapai Rp 2,3 miliar.Polri mencatat per 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, terdapat 732.129 kendaraan yang melakukan perjalanan mudik.Angka Kecelakaan MeningkatSebelumnya, Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri, Ipda Hanny Neno, mengungkapkan angka kecelakaan saat Mudik 2026 meningkat dibanding tahun lalu."Untuk laka lantas selisih di tahun 2025, 2026 naik 1,97%," kata Neno di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (19/3).Meski begitu, menurut Neno angka korban jiwa akibat kecelakaan di jalur mudik mengalami penurunan dibanding tahun lalu."Untuk meninggal dunia turun, turun 13,50% yang meninggal dunia. Kalau untuk luka berat naik 9,42%. Kalau untuk luka ringan naik 19,63% untuk laka lantas," jelasnya.Kemacetan di Jalur MudikFoto udara sejumlah kendaraan pemudik antre melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTOLaporan Divisi Humas Polri juga mencatat sejumlah kemacetan selama arus mudik. Di Tol Japek terjadi kepadatan karena volume kendaraan yang meningkat signifikan sehingga membuat kendaraan hanya bisa melaju 30-40 km/jam. Sedangkan di Jalur Lintas Timur Sumatera Betung kemacetan panjang terjadi pada 14-16 Maret karena kontur jalan yang menanjak. Kemudian adanya kendaraan yang mogok atau kecelakaan, hingga kendaraan sumbu 3 yang melewati jalan sempit.Kemudian di Jalur Bali atau di Denpasar-Gilimanuk, Polri mencatat ada perlambatan ekstrem pada 14-18 Maret. Kemacetan itu disebabkan cuti Nyepi dan Idul Fitri yang bersamaan, di sisi lain armada kapal tidak bisa menampung secara maksimal. Maka itu terdapat antrean kendaraan hingga mencapai 30 kilometer.