Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah di Balai Media TNI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanKapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengungkap pihaknya ikut menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Penyelidikan akan dilakukan secara internal. Aulia mengatakan, penyelidikan ini untuk merespons opini yang berkembang di masyarakat bahwa ada dugaan oknum TNI terlibat dalam penyerangan itu. "Kemudian pada kesempatan yang baik ini juga, saya melihat ya, menyikapi perkembangan situasi yang ada. Di mana mungkin salah satunya tentang kejadian penganiayaan terhadap saudara AY. Di mana kita lihat ada opini yang berkembang di masyarakat, diduga pelakunya adalah dari TNI," kata Aulia di Balai Puspen TNI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (17/3) malam.Kondisi Andrie Yunus setelah penyiraman air keras pada Kamis lalu yang ditampilkan oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanAulia meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan internal tersebut. Ia memastikan pihaknya akan transparan. "Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Dan saya mohon kepada kawan-kawan wartawan, bersabar, karena kita TNI bekerja dengan profesional dan transparan," jelasnya. Serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diduga merupakan tindakan yang direncanakan dan dilakukan secara terorganisir.Perwakilan KontraS, Jane Rosalina mengatakan, serangan terhadap Andrie tidak bisa dipandang sebagai kekerasan biasa.Ia menilai cara pelaku menyerang dengan menyiramkan cairan kimia berbahaya ke bagian tubuh vital korban menunjukkan adanya perencanaan.