Seluruh wilayah di Bali terlihat sepi dan lengang saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOBerbagai titik kawasan pariwisata, ruas jalan, hingga objek vital di Bali yang ramai pada hari biasa terpantau lengang dan sepi. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOPasalnya, umat Hindu di Bali tengah menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOSebelum melakukan nyepi, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan beragam upacara keagamaan. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOSaat prosesi nyepi, hanya pecalang atau petugas pengamanan adat Bali berjaga dan berpatroli. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOAksi pecalang tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu selama penyepian. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOFoto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOFoto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOFoto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOSeluruh wilayah di Bali terlihat sepi dan lengang saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3).Berbagai titik kawasan pariwisata, ruas jalan, hingga objek vital di Bali yang biasanya ramai kini terpantau lengang dan sepi. Pasalnya, umat Hindu di Bali tengah menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.Sebelum melakukan nyepi, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan beragam upacara keagamaan.Saat prosesi nyepi, hanya pecalang atau petugas pengamanan adat Bali berjaga dan berpatroli. Aksi pecalang tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu selama penyepian.Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memantau situasi Jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO