Ilustrasi makan sambil mengemudikan mobil. Foto: Dok. Car ExpertAktivitas mudik setiap tahun selalu diwarnai lonjakan mobilitas kendaraan pribadi. Tentunya menjadi pengingat bagi para pengemudi yang bakal mengemban tugas sebagai 'solo driver' selama perjalanan berlangsung.Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (IDDC), Jusri Pulubuhu memberi kiat yang perlu dipahami bahwa kondisi berkendara saat mudik berbeda jauh dibanding sekadar perjalanan harian.Utamanya soal tantangan utama yaitu durasi berkendara yang jauh lebih panjang dari biasanya. Waktu tempuh yang normalnya hanya beberapa jam bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat akibat kemacetan, maupun faktor lainnya.“Pada musim mudik itu pengemudi harus paham bahwa situasinya berbeda. Tantangan pertama adalah long driving hours, perjalanan yang normalnya lima jam bisa menjadi 10 sampai 15 jam,” ujar Jusri kepada kumparan, Senin (16/3/2026).Ilustrasi mengantuk saat berkendara. Foto: GBJSTOCK/ShutterstockDurasi perjalanan yang panjang tersebut memicu kelelahan atau fatigue. Apalagi, setengah perjalanan dilakukan saat kondisi berpuasa. Situasi ini berdampak langsung pada kemampuan pengemudi dalam mengambil keputusan di jalan.“Ketika keletihan, kemampuan pengkajian, kemampuan kognitif, kemampuan motorik dan kewaspadaan akan menurun," imbuhnya.Selain itu, pada puncak arus mudik atau pada titik ruas jalan tertentu yang menimbulkan kemacetan, fenomena stop-and-go atau berhenti lalu melaju kembali dengan cepat menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko kecelakaan.Mengemudi Jaecoo J8 AWD. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan“Begitu jalan kosong langsung digeber, lalu berhenti lagi. Inkonsisten kecepatan seperti ini yang sering menjadi pemicu kecelakaan,” jelas Jusri.Ia juga menyoroti disiplin lajur yang sering diabaikan saat kondisi lalu lintas padat. Banyak pengendara berpindah jalur sembarangan atau bahkan menggunakan bahu jalan karena frustrasi menghadapi kemacetan.Menurut Jusri, kombinasi antara kelelahan, kecepatan yang tidak diukur atau konsisten, dan tidak disiplin ketika melintasi lajur di ruas tol menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kecelakaan selama arus mudik.