Berkendara di Jalur One Way saat Mudik, Pemudik Diminta Tetap Waspada

Wait 5 sec.

Kendaraan terjebak kemacetan di jalur satu arah atau one way Tol Cikopo-Palimanan, Karawang KM 75, Jawa Barat, Minggu (14/4/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTODibutuhkan kerja sama dan pemahaman antar sesama pengemudi ketika memutuskan untuk melewati jalur one way pada ruas tol tertentu saat arus mudik Lebaran tahun ini. Hal itu menjadi kunci rasio keselamatan berlalu lintas menjadi lebih tinggi.Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (IDDC), Jusri Pulubuhu bilang sistem ini menggunakan jalur kanan, yang seharusnya untuk arah berlawanan tapi seluruh lajurnya dibuka lalu lintas satu arah pada periode tertentu."One way ini agak mirip dengan contraflow, risiko bahayanya juga sama dan lebih besar. Habit berkendara di sini perlu disesuaikan karena ada kecenderungan timbulnya ilusi sesaat dari pengemudi yang biasa berkendara di sisi kiri," kata Jusri kepada kumparan, Sabtu (14/3/2026).Disebutnya, pengemudi akan dihadapkan situasi yang seolah membutakan. Rambu-rambu yang biasa menjadi pedoman perjalanan absen pada lajur ini, kemudian sistem keluar tol hingga tempat berhenti turut berubah.Kendaraan melintas dari arah Jakarta menuju Jawa tengah saat pemberlakuan sistem satu arah atau one way di jalan Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto"Sehingga jangan samakan one way dengan jalur tol biasa. Jalur ini menggunakan ruas lawan arah, namun mekanisme berkendaranya tetap sama saat seperti kita sedang ada di sisi kiri. Seperti ketentuan kecepatan pada setiap lajur," tambah Jusri.Jusri tidak menyarankan untuk saling mendahului ketika masuk jalur one way. Sebab hal tersebut akan berpotensi membingungkan pengendara lainnya, dia bilang tak jarang pengemudi akan mengambil lajur paling kiri atau kanan untuk menyalip."Lajur 1, 2, dan 3 (mengikuti urutan dari kiri ke kanan) tidak berubah untuk jalur dari arah berlawanan yang dipakai untuk one way. Awas, ada yang suka pelan atau melambat tiba-tiba saat di lajur 3 atau paling kanan dari perspektif ruas yang arah berlawanan," jelasnya."Lajur 3 untuk ruas arah berlawanan ibaratnya lajur khusus mendahului di jalur ruas tol normal. Sebab pintu keluar, lajur darurat, atau rest area berada di sebelah kanan, paling aman memang berkendara seirama dengan yang lainnya," terang Jusri.Rambu One Way di Gerbang Tol Palimanan, Selasa (26/12/2023). Foto: kumparanSenada dengan Jusri, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana menilai lajur kiri merupakan sisi yang paling tepat untuk mendahului."Lajur kanan itu sebaiknya jangan digunakan untuk lebih cepat. Karena exit atau rest area itu ada di kanan, jadi lebih mudah kalau mau ambil ancang-ancang keluar," ujar Sony kepada kumparan.Namun karena kesamaan persepsi dan aturan yang menjelaskan bahwa menyalip itu harus dari lajur kanan, maka Sony mengimbau untuk tidak saling mendahului ketika melintasi jalur one way.Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTOAda baiknya pertahankan kecepatan kendaraan tidak sampai mendekati batas maksimum. Kemudian jaga jarak ideal antar kendaraan juga penting, sehingga masih ada momentum menghindari kendaraan yang bermanuver secara tiba-tiba entah keluar tol, masuk rest area, atau melipir ke bahu jalan yang ada di sebelah kanan.“Idealnya jalur one way itu tidak boleh saling mendahului. Pertahankan kecepatan antara 60 km/jam atau 70 km/jam,” lanjutnyaKemudian, usahakan pengendara sudah berada di jalur kanan jauh sebelum pintu keluar atau masuk rest area. Bila pengendara berada di sebelah kiri jalan, bersiaplah untuk berpindah jalur 100-200 meter sebelum keluar tol dan jangan lupa menyalakan sein.