Wakil Koordinator Bidang Eksternal Badan Pekerja KontraS Andrie Yunus menyampaikan surat penolakan terhadap RUU TNI kepada Komisi I dan III DPR RI, Senin (3/3/2025). Foto: Haya Syahira/kumparanPresiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Prabowo disebut telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu."Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Sigit di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3).Sigit memastikan, pengusutan perkara ini akan dilakukan secara scientific crime investigation. Hingga kini, proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih dilakukan."Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," ujarnya.Andrie Yunus, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersama Kapolda Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Kepala UPT Stasiun Surabaya Gubeng melakukan konpers saat kunjungan kerja di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTOAndrie mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 24%, akibat reaksi peradangan dari cairan air keras yang mengenai kulit. Luka tersebut terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.Kapolri Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraSPolri membuka posko pengaduan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Masyarakat yang punya informasi soal peristiwa tersebut bisa melapor.Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di sela peninjauan Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3)."Kami juga akan membuat posko pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan maka bisa memberikan laporan langsung ke posko pengaduan, nanti kita bimbing," kata Sigit.Masyarakat juga tak perlu khawatir akan keselamatannya jika melaporkan tentang kejadian ini. Sigit memastikan, pihaknya akan memberikan jaminan perlindungan.Sigit mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut kasus ini secara tuntas. Setiap perkembangan penanganan perkaranya juga diminta agar disampaikan ke masyarakat."Nanti secara rutin setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kita dapat, akan kita informasikan," ucap Sigit.Gibran Soroti Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Janji Kawal Penegakan HukumWapres Gibran Rakabuming Raka, mengaku prihatin atas aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dia pun menaruh perhatian agar kasus ini bisa segera dituntaskan."Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming juga menyampaikan perhatian dan keprihatinan mendalam atas kejadian ini," kata Staf Khusus Gibran, Tina Talisa, dalam keterangannya, Minggu (15/3).Tina mengatakan, Gibran juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga ruang demokrasi."Menegaskan pentingnya memastikan keselamatan setiap warga negara serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka," ucapnya.Analisa Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS yang Tersebar di MedsosVideo CCTV diduga penyiraman air keras di Jembatan Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Dok. IstimewaWakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.Pelaku penyiraman air keras kepada Andrie itu terekam CCTV di area lokasi terjadinya tindak kekerasan tersebut. Tangkapan layar dari CCTV yang menunjukkan pelaku pun tersebar dengan cepat di media sosial.Namun, hasil tangkapan layar itu jelas memperlihatkan gambar yang buram, karena mengikuti kualitas resolusi CCTV yang memang terbilang rendah, jika dibandingkan dengan kamera profesional lain.Terdapat pihak-pihak tak bertanggung jawab yang meminta bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk mengubah foto yang buram itu menjadi foto yang lebih jelas. Hal ini pun bisa menimbulkan kembali masalah, seperti wajah pelaku yang kini tak bisa dipastikan kebenarannya, karena telah mengalami rekonstruksi digital menggunakan AI.Pakar IT, Abimanyu Wachjoewidajat, mengatakan foto di atas sudah mengalami rekonstruksi digital."Iya foto itu hasil rekonstruksi digital tahapannya biasanya, Image Clarification, Image Enhancement, Image Restoration," jelas Abimanyu kepada kumparan, Minggu (15/3).Tim kumparan pun juga melakukan analisa dengan bantuan Gemini dan ChatGPT. Ternyata keduanya menilai foto di atas sudah mengalami upscaling (peningkatan skala) dengan bantuan AI.