Para pemain Chelsea mengerubungi wasit Paul Tierney jelang kontra Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/26 di Stadion Stamford Bridge, Minggu (15/3) dini hari WIB. Foto: REUTERS / David KleinPremier League resmi hukum Chelsea dengan larangan transfer selama satu tahun yang ditangguhkan selama dua tahun, serta denda 10 juta pound (sekitar Rp 242 miliar). Artinya, selama tidak melakukan pelanggaran lagi dalam periode penangguhan tersebut, Chelsea tetap diperbolehkan mendaftarkan pemain senior baru.Mengutip dari The Athletic, sanksi ini imbas dari pelanggaran aturan finansial yang terjadi di masa kepemilikan Roman Abramovich antara 2011-2018. Berdasarkan investigasi, Chelsea terbukti melakukan pelaporan keuangan yang tidak lengkap.Mereka juga melakukan pembayaran ilegal senilai lebih dari 23 juta pound (sekitar Rp 519,5 miliar) kepada 7 agen atau entitas yang tidak terdaftar terkait transfer pemain bintang, seperti Eden Hazard, Willian, dan Nemanja Matic.Hukuman ini tergolong ringan karena pemilik baru Chelsea (BlueCo) secara sukarela melaporkan temuan tersebut kepada otoritas sepak bola dan bersikap sangat kooperatif selama investigasi. Jika tidak melapor sendiri, Chelsea terancam hukuman jauh lebih berat, yaitu larangan transfer langsung selama dua jendela transfer dan denda 20 juta pounds (sekitar Rp 484 miliar).Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Foto: Reuters / Dylan Martinez LivepicSelain sanksi untuk tim utama tersebut, Chelsea juga menerima hukuman terkait pengembangan pemain muda. Jadi, Chelsea kena larangan mendaftarkan pemain akademi yang sebelumnya terdaftar di klub Liga Inggris atau EFL lainnya selama sembilan bulan.Selain itu, agenda tambahan sebesar 750.000 pounds (sekitar Rp 16,9 miliar) untuk pelanggaran aturan akademi antara tahun 2019-2022.Meskipun dikenakan denda besar, Chelsea tidak mendapatkan sanksi pengurangan poin. Namun, The Blues masih menghadapi investigasi terpisah dari FA terkait 74 dugaan pelanggaran aturan pembayaran agen yang hingga kini masih berlangsung.