An Iranian Ghadir missile prior to be launched as part of the wave 64 of Operation True Promise 4 IslamTimes - Garda Revolusi Islam [IRG] telah menyerang lebih dari 100 target di kota “Tel Aviv” sebagai pembalasan atas gugurnya Dr. Ali Larijani, mantan pejabat keamanan tertinggi Iran, selama agresi Amerika-“Israel” yang tidak beralasan terhadap negara tersebut. Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (18/3), IRG mengumumkan telah menghantam target-target tersebut selama gelombang ke-61 dari Operasi pembalasan yang sedang berlangsung “Janji Jujur IV” dalam menghadapi agresi tersebut. Objek-objek musuh tersebut, tambahnya, ditargetkan menggunakan rudal Khorramshahr-4 dan Qadr multi-hulu ledak serta proyektil Emad dan Kheibar Shekan sebagai cara untuk membalaskan dendam atas gugurnya Dr. Larijani, mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran [SNSC], demikian bunyi pernyataan tersebut. “Selama serangan kilat yang dahsyat ini, rudal Khorramshahr-4 dan Qadr menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di jantung wilayah pendudukan tanpa menghadapi hambatan apa pun,” tambahnya. IRG mengaitkan kemudahan yang menjadi ciri khas tahap pembalasan ini dengan "disintegrasi sistem pertahanan udara berlapis dan sangat canggih rezim Zionis." IRG mengutip informasi lapangan yang menunjukkan terjadinya "pemadaman sebagian" di "Tel Aviv" sebagai akibat dari pembalasan yang juga mengakibatkan pasukan entitas tersebut kesulitan mengendalikan situasi dan menyelamatkan mereka yang terkena dampak. Sementara itu, IRG mengatakan "Janji Jujur IV" sejauh ini telah membunuh atau melukai lebih dari 230 Zionis. Pembalasan dimulai setelah peluncuran serangan agresi ilegal terbaru Washington dan "Tel Aviv" terhadap Republik Islam. Selain "Tel Aviv", serangan tersebut juga menargetkan objek musuh yang sensitif dan strategis di wilayah pendudukan yang suci. Kota Al-Quds, pelabuhan Haifa yang diduduki, “Be'er Sheva”, yang berfungsi sebagai pusat teknologi entitas tersebut, dan Gurun Negev. Pos-pos terdepan Amerika di seluruh wilayah tersebut, termasuk yang berada di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi, juga menghadapi pembalasan yang intens.[IT/r]