‎41 Ribu Kendaraan Padati Cipali, Pemudik Diimbau Tak 'Ngetem' di Bahu Jalan

Wait 5 sec.

Arus mudik arah Cirebon di Tol Cipali, Kamis (19/3/2026). Foto: Humas Astra Tol CipaliArus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau padat merayap pada Kamis (19/3/2026) pagi.Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, tercatat sebanyak 41 ribu kendaraan telah melintasi Gerbang Tol Cikopo ke arah Cirebon.Momentum H-2 Lebaran Idul Fitri 1447 H yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 1948 Saka menjadi pemicu utama tingginya volume kendaraan di jalur bebas hambatan tersebut.‎Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengungkapkan adanya tren kenaikan jumlah kendaraan sejak dini hari tadi.‎"Angka tersebut (41 ribu kendaraan) meningkat 1% dibandingkan periode yang sama di hari sebelumnya, dengan rata-rata volume mencapai 5.200 kendaraan per jam," jelas Ardam dalam keterangannya yang diterima kumparan, Kamis (19/3/2026) pagi.Meski skema one way sedang diterapkan, Ardam menyoroti adanya titik-titik perlambatan yang cukup mengganggu kelancaran arus.‎Ia mengidentifikasi perilaku pengemudi sebagai penyebab utamanya.‎"Penyebab utama perlambatan pada pagi hari ini diidentifikasi akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan," tegasnya.Penanganan Tegas di LapanganMenyikapi hal tersebut, Petugas Astra Tol Cipali bersama pihak Kepolisian terus melakukan penyisiran untuk mensterilkan bahu jalan dari kendaraan yang parkir sembarangan.‎"Kami terus melakukan penanganan cepat di lapangan untuk kendaraan yang mengalami kendala dan mengarahkan pengguna jalan agar tidak beristirahat di bahu jalan karena sangat berisiko bagi keselamatan perjalanan," ucapnya.Solusi 'Keluar Tol' Jika Rest Area PenuhTerkait keterbatasan kapasitas rest area yang sering memicu antrean hingga ke badan jalan, Ardam menyarankan alternatif bagi para pemudik yang lelah.‎‎"Kami sangat menyarankan pengguna jalan untuk memanfaatkan gerbang tol terdekat sebagai alternatif tempat beristirahat jika kapasitas rest area terpantau penuh," ujarnya.‎Ia juga meluruskan kekhawatiran masyarakat mengenai tarif tol jika harus keluar-masuk gerbang tol untuk beristirahat.‎"Kami menjamin bahwa beristirahat di luar area jalan tol tidak akan dikenai biaya tambahan, mengingat sistem transaksi tertutup di jaringan Tol Trans-Jawa menghitung tarif berdasarkan jarak tempuh perjalanan (akumulasi per kilometer)," jelas Ardam secara rinci.Pemudik diimbau tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah tidak bugar. Ia juga meminta kesiapan teknis kendaraan menjadi prioritas.‎"Kami imbau seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi fisik dalam keadaan bugar, serta kesiapan kendaraan yang prima, mulai dari kecukupan BBM, daya listrik, hingga saldo uang elektronik," katanya.