Misteri Pembunuhan Mayat Perempuan yang Ditemukan di Tumpukan Sampah di Sumut

Wait 5 sec.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu saat memaparkan pengungkapan kasus penemuan mayat di tumpukan sampah saat konper di Polres Serdang Bedagai, Selasa (17/3/2026). Foto: Polres SergaiMayat perempuan ditemukan di tumpukan sampah di belakang rumah warga di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (9/3). Penemuan ini bikin geger warga.Kapolsek Dolok Masihul, AKP HD Simanjuntak, menjelaskan, awalnya warga mencium bau tak sedap di depan rumahnya saat makan sahur sekitar pukul 02.00 WIB."Karena merasa curiga dengan bau tersebut, sekitar pukul 03.00 WIB, warga bernama Basri kemudian melaporkan kepada Kepala Dusun. Kepala Dusun bersama warga mencoba menelusuri dan mencari sumber bau tersebut dari pukul 03.30 WIB hingga pukul 04.15 WIB. Namun, warga belum menemukan sumbernya," kata Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (10/3).Pagi harinya, warga kembali mencari sumber bau tersebut dan menemukan bagian kaki manusia di tumpukan sampah di belakang rumah Basri sekitar pukul 10.00 WIB. Warga lalu lapor polisi terkait temuan ini. Merespons temuan warga, polisi melakukan olah TKP.Simanjuntak menjelaskan, mayat perempuan itu bernama Irawati (59), warga Dusun V, Desa Pulau Gambar."Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tumpukan sampah," ujar Simanjuntak.Sementara itu, Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manulang, mengatakan bahwa dari hasil olah TKP sementara korban diduga merupakan korban pembunuhan."Dari hasil cek dan olah TKP sementara, korban diduga merupakan korban pembunuhan," ucap Manulang.Jenazah tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.Kasus Mayat di Tumpukan Sampah di Sumut: 2 Pelaku Ditangkap, Salah Satunya MantuPetugas melakukan evakuasi mayat perempuan yang ditemukan di tumpukan sampah di Serdang Bedagai, Senin (9/3). Foto: Dok. Humas Polres SergaiPolisi mengungkap kasus penemuan mayat perempuan di tumpukan sampah di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Senin lalu (9/3). Korban bernama Irawati (58).2 pelaku pembunuhan ditangkap, yakni Anita Nasution (49) dan Zulkifli (30). Zulkifli merupakan menantu Irawati, sementara Anita merupakan pengasuh anak Zulkifli.Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu mengatakan, kasus ini diawali dengan penculikan anak Zulkifli dan Marlina yang tinggal bersama Irawati. Marlina merupakan anak perempuan Irawati dan sedang bekerja di Malaysia.Zulkifli yang ditinggal merantau Marlina itu malah berpacaran dengan Anita. Mereka merencanakan penculikan terhadap anak Zulkifli yang masih berusia 3 tahun. Penculikan terjadi pada 8 Februari 2026."A dan Z lalu membawa anak itu ke rumah orang tua Z di Jalan Karya Kota Medan," kata Jhon dalam konferensi pers di Mapolres Serdang Bedagai, Rabu (18/3).Namun, pada 15 Februari, orang tua Zulkifli tak mau lagi merawat cucunya karena dianggap menyusahkan. Anita lalu mengambil anak itu dan membawa ke rumahnya tanpa sepengetahuan Zulkifli.Pada 18 Februari, Anita justru melangsungkan pernikahan dengan seorang teman prianya yang lain, tanpa sepengetahuan Zulkifli. Polisi menyebut, Anita kesal karena Zulkifli tak kunjung menikahinya karena status Zulkifli dengan Marlina belum bercerai.Anita dan Zulkifli lalu bertemu untuk membahas hubungan mereka, sementara anak itu dititipkan pada tetangga Anita.Pada 6 Maret 2026, Anita berencana untuk membunuh Irawati. Motifnya karena kesal perkara uang.Anita lalu mengubungi Irawati untuk ke rumahnya. Saat Irawati datang ke kediaman Anita, di sana sudah ada Zulkilfi.Mereka terlibat cekcok. Anita mendorong Irawati sampai terjatuh ke lantai. Di situlah kekesalan membuncah."Selanjutnya tersangka A mencekik korban. Karena korban masih bergerak, ia pun meminta bantuan kepada tersangka Z untuk memegang korban," ungkap Jhon.Keesokan harinya. Anita dan Zulkifli datang ke rumah Irawati untuk mencari suami Irawati, Efendi untuk dibunuh juga. Tapi, sampai di sana, Efendi tidak ada."Tersangka pun masuk ke dalam kamar korban dan mengambil barang milik korban berupa buku tabungan, paspor, amplop berisi Kartu Keluarga dan perhiasan milik korban. Namun, perhiasan tersebut bukan emas asli melainkan imitasi," kata Jhon.Anita dan Zulkifli lalu kembali ke rumah untuk mengurus mayat Irawati. Mereka mengangkat Irawati dari dalam rumah dan membuang begitu saja mayat ke tempat pembuangan sampah di depan rumah mereka.