Umat muslim bersiap melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Halaman Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanRibuan jemaah memadati halaman Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta Pusat untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3).Kepedatan jemaah memenuhi area halaman, hingga meluber ke sebagian ruas jalan di depan lokasi. Berdasarkan pantauan di lokasi, jemaah mulai berdatangan sejak pukul 05.30 WIB. Salat Id kemudian dimulai tepat pukul 06.39 WIB.Sejumlah kantong parkir disiapkan untuk menampung kendaraan jemaah, di antaranya Gedung PPM, Graha MR21, kantor pusat Asuransi Jasindo, hingga kompleks Kolese Kanisius.Bertindak sebagai khatib adalah Izza Rohman, yang merupakan Dewan Pakar Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DKI Jakarta. Sementara imam salat adalah Ahmad Maulana Yusuf.Dalam khutbahnya yang berjudul “Idul Fitri dan Ketahanan Pangan Dunia: Cara Bersyukur atas Nikmat yang Terulur”, Izza menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat rasa syukur, termasuk terhadap ketersediaan pangan.“Idul Fitri seyogyanya ditandai rasa syukur, termasuk atas nikmat yang sudah terasa biasa bagi banyak orang, yakni nikmat makan,” ujar Izza dalam khutbahnya.Umat muslim bersiap melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Halaman Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanIzza juga menyinggung ancaman krisis pangan global yang berpotensi terjadi di tengah konflik dunia.Menurutnya, berkurangnya suplai makanan dan meningkatnya kelaparan menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian bersama.“Lebih dari 30 persen makanan di dunia tidak termakan oleh manusia, sementara tidak kurang dari 783 juta manusia mengalami kelaparan,” ucapnya.Dalam konteks tersebut, ia mengajak umat Islam untuk mensyukuri nikmat pangan dengan tidak berlebihan dan tidak menyia-nyiakan makanan, terutama dalam momen Idul Fitri.“Bersyukur atas nikmat pangan berarti tidak membuangnya secara percuma dan tidak menghambur-hamburkannya,” kata Izza.Selain itu, Izza juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang kurang mampu, sebagai wujud nyata dari rasa syukur.Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy usai salat Idul Fitri 1447 H di Halaman Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSalat Id di Halaman Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Penasihat Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlul Imansyah.Terkait tema khutbah kali ini, Muhadjir memahaminya dengan filosofi 'Berpikir lah saat kenyang'. Baginya, ini bisa berkaitan dengan tabit buruk korupsi."Karena 'Primum vivere, deinde philosophari' katanya. Jadi kenyang dulu baru berpikir. Orang kalau berpikir dalam keadaan lapar nanti yang dipikir bagaimana kenyang. Termasuk korupsi itu adalah orang-orang yang berpikir karena keadaan-keadaan lapar, lapar dalam arti spiritual," kata eks Menko PMK ini.Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin usai usai salat Idul Fitri 1447 H di Halaman Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSementara itu, Ngabalin memuji khutbah yang bisa mengaitkan ketahanan pangan dengan ayat-ayat suci Al-quran."Ya, tadi soal ketahanan pangan saya kira bagus sudah menyampaikan menyitir surat Yasin, itu tentang termasuk apa berkaitan dengan pangan kan? Keberadaan bahwa kita di bumi ini dijamin oleh Allah sumber-sumber rezeki itu berasal dari Allah gitu ya," kata Ngabalin.