Update Banjir Pasar Rebo, Jaktim: 200 Rumah Warga Terendam

Wait 5 sec.

Evakuasi banjir di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Foto: Dok. Damkar Jakarta TimurSebanyak 200 rumah di RT 10 RW 7, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, terendam banjir, Sabtu (21/3). Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak sore hari.Ketua RW 7, Sarbidin, mengatakan banjir mulai menggenangi wilayah tersebut pada pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 23.00 WIB, banjir belum surut, warga terdampak pun mulai dievakuasi."Mulai jam 5, [ketinggian] 50 sampai 1,5 meter. Sekitar 200 rumah, satu RT [yang terdampak banjir]," kata Sarbidin saat ditemui di lokasi.Evakuasi banjir di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Foto: Dok. Damkar Jakarta TimurWarga DievakuasiSejumlah warga dievakuasi imbas banjir. Evakuasi ini melibatkan petugas Gulkarmat Pasar Rebo dan anggota TNI. Sarbidin mengatakan evakuasi mulai dilakukan pada sekitar pukul 19.00 WIB terhadap 15 warga."Kondisi karena rumahnya tidak tingkat. Kalau yang rumahnya tingkat mereka mengungsi di lantai 2," kata Sarbidin.Kondisi banjir yang menggenangi Jalan Harmed, RT 10 RW 07, Pekayon, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanDi antara 15 warga tersebut, Sarbidin menyebutkan ada bayi dan seseorang yang mengidap stroke. Evakuasi ini masih dilakukan hingga saat ini.Sarbidin mengatakan warga yang dievakuasi hanya dialihkan ke rumah kerabatnya saja. Pengevakuasian ini juga berdasarkan permintaan dari warga yang bersangkutan."Mereka takutnya air naik, [sementara] rumah enggak tingkat, akhirnya sepakat untuk dievakuasi," tutur Sarbidin.Kondisi banjir yang menggenangi Jalan Harmed, RT 10 RW 07, Pekayon, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanBerdasarkan pantauan kumparan pukul 23.19 WIB, banjir masih menggenang dengan ketinggian sekitar 30-40 sentimeter. Terlihat anggota TNI mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.Sebagian besar dari kawasan ini pun terlihat gelap. Sarbidin mengatakan sebagian listrik memang dipadamkan."Rumahnya kita amankan sekarang dari PLN untuk instalasi listrik," ujar Sarbidin.