Harga Emas Dunia Lesu di USD 5.002, Tekanan Inflasi Masih Membayangi

Wait 5 sec.

Ilustrasi emas batangan. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERSHarga emas dunia melemah pada Senin (16/3), di tengah kekhawatiran bahwa inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sentimen tersebut mengimbangi dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven.Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot berada di level USD 5.002,64 per troy ons pada perdagangan Senin malam (16/3). Angka ini turun 3,77 poin atau 0,07 persen dibanding penutupan sebelumnya.Secara harian, emas dibuka di USD 5.010,8 per troy ons dengan kisaran pergerakan 4.998,54 dolar AS hingga USD 5.016,16 per troy ons. Sementara harga penutupan sebelumnya berada di USD 5.006,41 per troy ons.Meski turun tipis pada perdagangan terbaru, kinerja emas sepanjang tahun ini masih positif. Data Bloomberg menunjukkan imbal hasil emas sejak awal tahun (year-to-date/YTD) mencapai 15,91 persen.Sebelumnya, harga emas spot juga tercatat turun 0,5 persen menjadi USD 4.993,42 per troy ons pada pukul 13.31 ET (17.31 GMT) setelah sempat menyentuh level terendah sejak 19 Februari pada awal sesi perdagangan.Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup 1,2 persen lebih rendah di level USD 5.002,20 per troy ons.Dolar AS sendiri sempat melemah dari posisi tertinggi dalam 10 bulan terakhir, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.Mengutip Reuters, Analis Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, mengatakan kenaikan harga minyak mentah berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi sehingga bank sentral kemungkinan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.“Dengan harga minyak yang lebih tinggi maka inflasi juga meningkat. Jika inflasi lebih tinggi, bank sentral tidak akan semotivasi seperti enam bulan lalu untuk memangkas suku bunga, dan itu menjadi sentimen negatif bagi harga emas,” kata Haberkorn.Meski demikian, ia masih optimistis terhadap prospek emas di tengah ketidakpastian global.“Namun saya masih sangat optimistis terhadap emas, melihat apa yang sedang terjadi di seluruh dunia. Masih banyak dana yang berada di pinggir pasar dan menunggu untuk masuk ke pasar ini, dan saya masih memperkirakan harga emas bisa mencapai 6.000 dolar AS per ons,” ujarnya.