FNM Society dan Takeda Dorong Peran Perempuan di Sektor Kesehatan

Wait 5 sec.

Forum Perempuan oleh Farid Nila Moeloek (FNM) Society dan Takeda. Foto: FNMAngka kesetaraan gender di Indonesia mulai meningkat pada 2025. Menurut Global Gender Gap 2025 yang diterbitkan oleh World Economic Forum, Indonesia menduduki posisi ke-97—naik tiga peringkat dari tahun sebelumnya dengan skor 69,2 persen.Pencapaian ini tercermin dari meningkatnya keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan, dengan skor kesetaraan yang lebih baik pada kategori legislator, pejabat senior, dan manajer. Namun, bukan berarti upaya menyuarakan kesetaraan berhenti sampai di sini. Masih diperlukan langkah lanjutan untuk memastikan keadilan bagi perempuan, terutama dalam perannya di ruang strategis.Salah satu upaya untuk mendorong hal tersebut dilakukan melalui ruang dialog lintas sektor. Untuk mendukung upaya tersebut, Farid Nila Moeloek (FNM) Society bersama Takeda menggelar Forum Perempuan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional pada 10 Maret 2026. Forum ini menyoroti peran perempuan dalam kesehatan masyarakat sekaligus pentingnya perlindungan dari kekerasan.Bertajuk “Rights. Justice. Action. Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan”, acara ini menjadi komitmen dalam mewujudkan kepemimpinan perempuan dalam memperkuat kesehatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.“Kegiatan ini sejalan dengan tema global Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini, “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls", yang menekankan bahwa investasi pada perempuan harus berjalan beriringan dengan perlindungan hak dan keadilan,” ujar Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K), Ketua FNM Society sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC).Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pun mengapresiasi acara ini karena dinilai dapat membantu kesetaraan gender.“Forum ini memiliki peran yang sangat strategis, sebagai ruang dialog dan sekaligus menekankan komitmen bersama dalam mempertumbuhkan hal keadilan serta kesempatan yang setara bagi seluruh perempuan dan anak perempuan,” ujar Arifah.Titiek Soeharto sampaikan pentingnya peran perempuan di ruang publikTitiek Soeharto menyampaikan keynote speech. Foto: kumparanDalam forum ini, Siti Hediati Soeharto yang kerap disapa Titiek, Ketua Komisi IV DPR RI turut hadir dan menyampaikan keynote speech. Ia mengatakan kalau perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan.Kita membutuhkan banyak perempuan di ruang strategis (publik). Bukan sekadar untuk melengkapi keterwakilan, tetapi untuk memastikan arah pembangunan lebih adil dan lebih manusiawi,” ujarnya.Titiek menambahkan kalau perempuan diberi uang, kesempatan, akses, dan hubungan yang setara, maka yang tumbuh bukan hanya individu, tetapi keluarga, komunitas, bahkan peradaban.Arifah Fauzi: Kesetaraan gender bukan hanya persoalan perempuanArifah Fauzi menyampaikan keynote speech. Foto: FNMDalam kesempatan yang sama, Arifah juga menyampaikan kalau kesetaraan gender bukan hanya persoalan perempuan semata, melainkan juga bagian penting dari strategi pembangunan kesejahteraan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.“Di tengah berbagai kemajuan, masih ada tantangan yang dihadapi perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, kami (Kemen PPPA) terus berkolaborasi dan bersinergi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” tuturnya.Forum diskusi empowering womenForum Perempuan oleh Farid Nila Moeloek (FNM) Society dan Takeda. Foto: FNMSebagai acara inti, terdapat sesi diskusi panel bertema “Protecting Rights, Empowering Women, Strengthening Public Health” yang diisi oleh perempuan dari berbagai latar belakang.Pembicara dalam sesi ini antara lain: dr. Lovely Daisy, MKM, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; serta Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D., Profesor Kesehatan Masyarakat di Departemen Manajemen Kebijakan Kesehatan Universitas Gadjah Mada. Turut hadir pula Lilis Mulyawati, Presiden Direktur Watsons Indonesia, dan Verania Andria, Assistant Representative United Nations Population Fund (UNFPA).Dalam diskusi tersebut, para pembicara membahas pemberdayaan perempuan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, perlindungan dari kekerasan, serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak. Dr. Lovely mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam sektor kesehatan.Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong praktik hidup sehat di tingkat keluarga dan komunitas, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga kesehatan reproduksi,” ujar dr. Lovely.Melalui acara ini, Nila selaku penyelenggara berharap forum tersebut dapat mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan perempuan. “Forum ini menjadi ruang dialog lintas sektor yang menegaskan peran strategis perempuan sebagai pemimpin komunitas dalam mendorong upaya pencegahan serta peningkatan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.