IHSG Diproyeksi Kembali Melemah, Investor Tunggu Hasil RDG BI Hari Ini

Wait 5 sec.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan kembali melemah pada perdagangan Selasa (17/3). IHSG masih melanjutkan koreksinya sebesar 1,61 persen ke 7,022.Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah.“Hal tersebut berarti, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6,745-6,887. Adapun area penguatan terdekat berada di 7,115-7,176,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (17/3).Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG tertekan sentimen global dan kekhawatiran fiskal menjelang libur panjang.“Kekhawatiran akan dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap inflasi, potensi melebarnya defisit APBN, berlanjutnya depresiasi Rupiah, serta potensi perlambatan ekonomi domestik, menjadi faktor negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG,” tulis laporan Phintraco Sekuritas.Kemudian jelang libur panjang, investor cenderung bersikap hati-hati sehingga pergerakan pasar terbatas. Sektor teknologi mencatatkan koreksi terdalam, sementara sektor keuangan justru membukukan penguatan terbesar.Mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona negatif pada perdagangan Senin (16/3), dipicu kenaikan harga minyak dan eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran. Harga minyak mentah WTI melonjak hingga USD 100 per barel setelah Presiden Donald Trump mengancam serangan ke Pulau Kharg, yang memproses sekitar 90 persen ekspor minyak Iran.“Sementara itu Presiden Trump mengatakan rencana perjalanannya ke Tiongkok pada akhir bulan ini dapat ditunda karena AS berupaya menekan Tiongkok untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz,” tulis analis Phintraco Sekuritas.Dari China, data ekonomi menunjukkan perbaikan dengan produksi industri tumbuh 6,3 persen secara tahunan pada Januari–Februari 2026, naik dari 5,2 persen, dan penjualan ritel tumbuh 2,8 persen dari sebelumnya 0,9 persen.Investor kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17 Maret yang diperkirakan menahan BI Rate di 4,75 persen, serta pertumbuhan kredit Februari 2026 yang diproyeksikan meningkat menjadi 10,1 persen dari 9,96 persen.Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham CPIN, SCMA, MYOR, MEDC dan ESSA untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Selasa (17/3).-Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.