Presiden Prabowo mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wamen Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI untuk berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Negara, Rabu (4/2). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinetPresiden Prabowo Subianto merespons adanya anomali pertumbuhan ekonomi justru disertai dengan semakin banyaknya orang miskin. Menurutnya, hal ini diakibatkan adanya kesalahan dalam sistem.Selain itu, Prabowo juga tak membantah penurunan kelas menengah merupakan hal yang masih terjadi saat ini.“Saya tadi bangga juga, 7 tahun pertumbuhan 5 persen, pertumbuhan tadi, orang miskin tambah, kelas menengah kurang, there's something wrong with the system,” kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3) lalu.Karena itu, Prabowo ingin terus melakukan upaya untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Menurut Prabowo, syarat agar hal itu tercapai adalah industrialisasi yang juga diiringi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM).“So, you're exactly correct. We have to industrialize, and now it's not even industrialization, now it's science, STEM. Iya, kan?” ujarnya.Prabowo mencontohkan bagaimana Indonesia masih kekurangan dokter. Menurut Prabowo, angka kekurangan dokter mencapai 120.000 sampai 140.000 dokter, sementara produksi atau graduasi dokter di Indonesia hanya sekitar 9.000 sampai 10.000 per tahunnya.Warga berbelanja bawang bombai di Pasar Induk MAJT-MAS, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTODengan asumsi tersebut, untuk memenuhi kebutuhan dokter yang masih kurang diperlukan waktu selama 14 tahun. Untuk itu, Prabowo akan membangun 10 universitas baru yang juga akan dilengkapi fakultas kedokteran dan fasilitas riset.“Akhirnya yang tua-tua pensiun juga. Jadi, kalau kita tidak ambil tindakan drastis, makanya rencananya saya mau bangun 10 universitas baru, dengan 10 fakultas kedokteran baru, dengan 10 research rumah sakit baru. Untuk mempercepat ini,” kata Prabowo.Ekonom yang hadir dalam diskusi itu, Chatib Basri, menuturkan salah satu masalah terbesar di sektor itu adalah daya saing. Menurut Chatib, di Indonesia uang tak jadi masalah, tapi masalah bisa menjadi uang karena proses birokrasi.Untuk itu, ia bertanya kepada Prabowo mengenai kemauan untuk melakukan deregulasi. Prabowo meresponsnya dengan menyatakan deregulasi harus dilakukan. Prabowo juga memberi contoh sudah melakukan deregulasi salah satunya terkait regulasi pupuk.“Harus, deregulasi harus, saya sudah deregulasi, gila-gilaan mungkin, you tanya aja,” ujar Prabowo.