Presiden RI Prabowo saat memberikan sambutan di acara gala dinner retreat kepala daerah di Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025). Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyinggung kebiasaan sejumlah pejabat yang memilih menggelar rapat di luar kota, meski fasilitas kantor sudah tersedia.“Sudah ada kantor kementerian, semua pejabat maunya rapat di luar daerah, di luar kota. Ada yang mau di Bali. Kajian-kajian, analisa-analisa, saya bilang masalahnya sudah jelas kok, masalah kemiskinan, kesenjangan, lapangan kerja, ya kan,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3). Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu contoh pemborosan anggaran yang seharusnya bisa dihemat dan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.Prabowo menegaskan, masih banyak pos anggaran yang bisa ditekan, mulai dari kegiatan seremonial hingga belanja operasional kantor.“Masih banyak yang bisa kita hemat, banyak sekali yang bisa kita hemat. Masa kita ada biaya seremonial, tiap kementerian, tiap badan di seluruh eselon Indonesia itu ada biaya untuk ulang tahun. Saya bilang sudahlah, seremoni hanya di ruangan, potong tumpeng,” kata dia.Ia juga menyoroti pengeluaran untuk percetakan, souvenir, hingga alat tulis kantor yang dinilai berlebihan.“Biaya percetakan dan souvenir kita potong 75%, pembelian alat tulis kantor kita potong 90%. Tiap kantor selalu beli alat tulis, beli buku, komputer hampir tiap tahun. Sewa gedung, peralatan, rapat seminar sejenis,” ungkapnya.Prabowo menilai efisiensi anggaran dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus menyelesaikan persoalan utama masyarakat, seperti kemiskinan, kesenjangan, dan lapangan kerja.“Jembatan, anak itu teriak 'Pak Prabowo, tiap hari kami basah'. The problem is there. Jadi saya lihat dengan penghematan, yang pasti ke korupsi. Nah ini di awal, di akhir tahun pertama pemerintahan saya, Menteri Keuangan melapor. 'Pak, kita masih ada sisa sekian ratus triliun, ya udah, itu satu contoh',” tuturnya.