Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Majalengka, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Foto: Dedi Suwidiantoro/ANTARA FOTOOperator jalan tol Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik Lebaran pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik dengan potensi kepadatan tinggi di sejumlah ruas jalan tol.“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret. Untuk itu kepada masyarakat agar menghindari tanggal tersebut, baik dengan kembali lebih awal atau setelahnya,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/3).Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy untuk memantau kepadatan jalan.Selain itu, pengguna jalan juga diimbau mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tetap nyaman selama arus balik.Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa puncak arus balik pada 24 Maret akan direspons dengan penerapan sistem one way nasional secara bertahap.“Diperkirakan tanggal 24 arus balik kita siapkan one way. Kemungkinan akan kita lakukan dari KM 414 hingga Pejagan, dan bisa diperpanjang jika arus masih tinggi,” ujarnya di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Jumat (20/3).Ia menjelaskan, strategi tersebut disusun berdasarkan pengalaman pengaturan arus mudik yang sebelumnya berjalan cukup terkendali.Sebagai informasi, pada Jumat (20/3), rekayasa lalu lintas one way untuk arus mudik telah resmi dihentikan dan kondisi lalu lintas kembali normal di berbagai ruas tol.