Keluarga Ungkap soal Dugaan KDRT yang Dialami Cucu Mpok Nori

Wait 5 sec.

Dian, kakak sulung cucu Mpok Nori (Dwintha Anggary) yang ditemukan tewas,saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Senin (23/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanKeluarga mengungkap adanya dugaan KDRT yang dialami Dwintha Anggary (37), cucu seniman legendaris Mpok Nori, saat menjalin rumah tangga dengan Fuad. Keduanya pernah menikah siri. Fuad merupakan pelaku pembunuhan terhadap Dwintha, yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Gang Daman I, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Kakak Dwintha, Dian, mengatakan konflik antara adiknya dan Fuad sempat terjadi saat momen Nisfu Sya’ban. Keduanya terlibat cekcok hingga Fuad melontarkan talak kepada Dwintha.“Pas Nisfu Sya’ban itu mereka cekcok, terus keluar kalimat talak dari pihak laki-laki. Kalau dalam hukum Islam, kalau sudah talak berarti sudah selesai. Dari keluarga kami anggap sudah selesai, tapi dia berdalih hanya emosi,” kata Dian saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (23/3).Kontrakan korban diduga pembunuhan terhadap cucu seniman Mpok Nori, Dwintha Anggary di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanFuad Tidak Terima Perpisahan dengan Cucu Mpok NoriFuad disebut tidak terima dengan perpisahan tersebut dan sempat menunjukkan perilaku mengkhawatirkan. Dian mengungkapkan, Fuad pernah melukai dirinya sendiri dengan senjata tajam di depan keluarga korban. Kejadian itu membuat keluarga panik hingga memanggil polisi, tetapi pelaku melarikan diri saat petugas datang.“Dia ambil pisau di depan kita. Karena ibu saya histeris, langsung panggil polisi. Pas polisi datang dia kabur,” tutur Dian.Setelah kejadian tersebut, Dian menyebut bahwa Dwintha dan Fuad akhirnya berpisah. Meski begitu, keduanya masih tinggal berdekatan karena pelaku menyewa kontrakan di sekitar lokasi korban.“Di situ kami kecolongan, karena dia masih tinggal dekat dan ternyata masih memantau,” ucap Dian. Keluarga berziarah ke makam cucu Mpok Nori (Dwintha Anggary) di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanKeluarga juga menduga kalau Dwintha mengalami tekanan secara psikis selama menjalani hubungan tersebut. Dian menyinggung kondisi korban yang mengalami keguguran hingga tiga kali.“Kalau fisik mungkin kami tidak tahu, tapi kalau psikis kemungkinan ada. Karena sampai tiga kali keguguran,” kata Dian. Meski begitu, keluarga mengaku Dwintha tidak pernah secara langsung menceritakan adanya kekerasan fisik.“Kalau masalah itu saya enggak tahu, namanya berkeluarga masing-masing. Kalau memang ada, mungkin terlihat dari lebam, tapi dia tidak pernah cerita,” tutur Dian.Nugriyanto, Ketua RT lokasi cucu Mpok Nori (Dwintha Anggary) yang ditemukan tewas,saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Senin (23/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanSementara itu, Ketua RT setempat, Nurgiyanto, membenarkan adanya konflik antara korban dan pelaku sebelumnya. Ia menyebut Fuad sempat membuat keributan dan mencoba melukai dirinya sendiri setelah tidak terima diputuskan oleh korban.“Waktu itu sempat teriak-teriak, terus melukai dirinya sendiri. Katanya tidak terima karena diminta berpisah,” kata Nurgiyanto.Menurutnya, Fuad juga sempat membawa senjata tajam hingga membuat warga sekitar khawatir. Peristiwa tersebut bahkan sempat dimediasi oleh pihak lingkungan.“Kurang lebih satu atau satu setengah bulan lalu sudah dimediasi,” ucap Nurgiyanto. Polisi sudah menangkap Fuad. Ia ditangkap dalam bus saat ingin pergi ke Pulau Sumatera di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, pada Sabtu (21/3) siang sekitar pukul 12.49 WIB.Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan penanganan kasus dari kepolisian. “Kami masih berduka dan masih menunggu kabar dari pihak kepolisian,” kata Dian.