Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Utara Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana

Wait 5 sec.

Foto udara kompleks Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (18/2/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTOPemerintah menetapkan tiga wilayah di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, sebagai prioritas utama dalam percepatan pemulihan pascabencana. Sebab, tiga daerah tersebut menjadi titik terparah yang terdampak bencana banjir dan longsor.“Yang harus kita genjot betul itu mulai Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara. Ini yang merah dan kuning, ini yang harus fokus dengan semua kekuatan kementerian dan lembaga,” kata Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat ditemui di kediamannya, Senin (23/3).Dia mengatakan, meski sebagian besar wilayah terdampak di Sumatera sudah berangsur normal, Aceh Tamiang hingga Aceh Utara masih butuh perhatian khusus.Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Foto: Kemendagri RIMenurutnya, indikator pemulihan tidak hanya dilihat dari satu sektor, melainkan berbagai aspek, mulai dari pemerintahan, kesehatan, pendidikan, akses infrastruktur, dan ekonomi masyarakat. Di tiga wilayah tersebut, masih ditemukan kerusakan pada sejumlah kantor desa, terutama di Aceh Tengah dan Aceh Utara.Selain itu, sektor pendidikan juga belum sepenuhnya pulih. Masih terdapat sejumlah fasilitas sekolah yang rusak. Dari sisi infrastruktur, akses jalan dan jembatan memang sudah mulai fungsional, namun belum sepenuhnya optimal. Beberapa ruas jalan desa dan kabupaten masih mengalami hambatan, meski distribusi logistik sudah bisa dilakukan.Sementara itu, layanan dasar seperti listrik dan air bersih juga belum sepenuhnya pulih di beberapa titik. Di Aceh Tengah, misalnya, terdapat lima desa yang masih mengandalkan genset akibat kerusakan jaringan listrik karena longsor.“Listrik semua jalan kecuali di Aceh Tengah ada lima desa, mereka dapat genset karena memang longsor habis,” ungkap Tito.Petugas membersihkan ruangan dari endapan lumpur di SD Negeri 1 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (25/1/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOSelain itu, persoalan sungai yang mengalami sedimentasi juga menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah mencatat terdapat puluhan sungai di Aceh yang membutuhkan normalisasi, yang diperkirakan memakan waktu cukup panjang.Secara keseluruhan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 wilayah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 10 daerah telah dinyatakan normal, sementara sisanya masih dalam tahap pemulihan, termasuk tiga wilayah yang menjadi fokus utama pemerintah.