Eka (24) perantau dari Palembang (kiri) dan Wanceria (24) perantau dari Nias (kanan). Foto: Nauval Pratama/kumparanDepan Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3), berubah menjadi lautan manusia. Warga antusias mengikuti acara halal-bihalal itu. Bahkan ada yang rela antre berjam-jam untuk merasakan suasana open house, dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.Salah satunya, Eka (24), perantau asal Palembang, datang tanpa rencana. Bersama temannya, Wanceria (24) dari Nias, ia mengaku hanya “iseng” mampir setelah melihat keramaian di sekitar istana.“Kita antre dari jam 12 siang, masuk jam 2. Dua jam desak-desakan,” kata Eka.Warga mengantre dan menunggu masuk untuk halalbihalal bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparanEka gagal bertemu dengan Prabowo. Tapi, rasa kecewanya sedikit terhibur setelah menerima bingkisan dari Istana. Ia dapat bingkisan berupa sembako dan amplop berisi Rp 200 ribu. “Pengen ketemu Bapaknya sih sebenarnya,” ujarnya.Ketika di buka, kumparan melihat apa saja isi bingkisan itu. "Ini ada biskuit, susu, beras, ada payung dan teh. Kopi dapat gula dapat, lengkap deh," kata Eka. Warga antre untuk menghadiri halalbihalal dengan Presiden Prabowo Subianto di pintu masuk Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO Berbeda dengan Eka dan Sari, keberuntungan berpihak pada Mulya (22), perantau asal Sumatera Utara.Ia berhasil masuk ke dalam dan bahkan sempat bersalaman langsung dengan Presiden.Mulya (22) perantau dari Sumatera Utara yang berkesempatan masuk bertemu Presiden Prabowo. Foto: Nauval Pratama/kumparan“Tadi sempat salaman sama Bapak Presiden, orangnya baik,” ujarnya.Meski harus melewati antrean tidak teratur dan dorong-dorongan, Mulya mengaku puas dengan pengalaman di dalam.Ia mendapat jamuan makan siang lengkap, mulai dari ayam, bakso, hingga mi ayam, serta berbagai suvenir seperti tumbler, payung, dan camilan.“Bapaknya muter nyamperin kita semua,” kata Mulya riang.