KBRI Islamabad Gelar Salat Id dan Halalbihalal untuk WNI di Pakistan

Wait 5 sec.

KBRI Islamabad menyelenggarakan salat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Foto: KBRI IslamabadKBRI Islamabad menggelar salat Id dan halalbihalal untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Pakistan pada Sabtu (21/3). Acara ini digelar bekerja sama dengan Panitia Bulan Ramadhan, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PBR PPMI) Pakistan.Persiapan penyelenggaraan salat Id dan halalbihalal ini langsung dilakukan ketika Pemerintah Pakistan mengumumkan kepastian Idul Fitri. Mulai dari dekorasi, penyajian menu khas Lebaran, hingga pembersihan Aula Budaya Nusantara sebagai bakal lokasi salat Id. Sebagian WNI yang ada di Pakistan merupakan mahasiswa yang berkuliah di International Islamic University Islamabad (IIUI). Pihak KBRI Islamabad menyiapkan 3 minibus untuk mengangkut para mahasiswa yang hendak ikut salat Id dan halalbihalal.Salat Id diimami oleh M. Irham Amin selaku Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan. Sedangkan khatib adalah Ibnu Aqil Mahmud selaku Wakil Syuriah I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan. KBRI Islamabad menyelenggarakan salat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Foto: KBRI IslamabadDuta Besar RI untuk Republik Islam Pakistan, Chandra W Sukotjo, ikut dalam salat Id dan halalbihalal tersebut dengan didampingi istrinya, Tamara Y Sukotjo. Para diplomat dan staf KBRI Islamabad juga mendampingi Duta Besar dan tampak larut dalam suasana khidmat Lebaran bersama masyarakat."Silaturahmi antara KBRI Islamabad dan masyarakat Indonesia sangat penting. Terlebih di tengah dinamika regional saat ini," kata Chandra dalam keterangannya, Minggu (22/3)."Kita adakan halalbihalal dengan semangat solidaritas. Banyak saudara-saudara kita yang sedang melalui masa dan situasi yang tidak mudah," lanjutnya.KBRI Islamabad menyelenggarakan salat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). Foto: KBRI IslamabadSeluruh jemaah salat Id mendapat kupon untuk ditukar dengan seporsi lontong berkuah opor ayam dan es timun serut. Hal tersebut pun mengobati rasa rindu para WNI dengan keluarga di Indonesia."Pak Dubes dan Ibu seperti orang tua kami. Meskipun kami jauh dari keluarga, salat Id dan halalbihalal cukup mengobati rasa kangen berlebaran di kampung halaman" ujar Neng Yofa, mahasiswi IIUI asal Sukabumi.Sebelum kembali ke tempat masing-masing, masyarakat Indonesia mendapatkan makanan ringan dan beberapa bungkus Indomie yang dikirim langsung dari pabriknya di daerah Faisalabad, Pakistan."Bagi kami, Ramadan adalah bulan untuk berlomba menjadi yang terbaik. Banyak mahasiswa/i dengan talenta bagus," terang Naufal, Ketua PBR PPMI.