Evakuasi banjir di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Foto: Dok. Damkar Jakarta TimurDi hari pertama Lebaran, air datang tanpa permisi, merendam rumah-rumah dan memaksa banyak keluarga merayakan Idul Fitri dalam genangan. Karpet yang biasanya digelar untuk tamu kini tergulung, digantikan oleh air keruh yang membawa lumpur.Di tengah suasana yang seharusnya penuh suka cita, warga hanya bisa pasrah menyelamatkan barang seadanya dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kondisi tersebut terjadi di wilayah Jakarta Timur, usai hujan deras pada Sabtu (21/3) kemarin.Sejumlah lokasi di Jaktim ini terendam banjir. Di mana saja?CiracasEvakuasi banjir di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Foto: Dok. Damkar Jakarta TimurKepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Muchtar Zakaria menyebut wilayah Ciracas menjadi salah satu yang tergenang banjir. Ketinggian air bahkan mencapai 1,7 meter, sehingga puluhan warga terpaksa dievakuasi oleh petugas.Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan H. Mardah, RT 06/RW 03. Di titik ini, banjir cukup tinggi hingga memaksa petugas mengevakuasi 47 warga."Ketinggian air 1,7 meter. Jumlah yang dievakuasi 47 jiwa terdiri dari 6 balita dan 6 lansia, 1 ibu hamil, 2 orang sakit,” kata Muchtar saat dihubungi kumparan.Ia menyebut sebanyak dua unit rescue, satu unit selang, dan satu unit perahu karet dikerahkan dengan total 10 personel.“Situasi air ada penurunan 5 cm,” katanya.Selain itu, banjir juga terjadi di Jalan H. Syarif, RT 8/RW 10 yang masih di Kelurahan Cibubur, dengan ketinggian air mencapai 105 cm. Di lokasi ini, enam warga turut dievakuasi."Ketinggian air 105 cm. Jumlah yang dievakuasi 6 jiwa," ungkap Muchtar.Pihaknya mengerahkan satu unit light rescue dan empat personel. Ia juga memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman. “Evakuasi berhasil dengan aman," tuturnya.Camat Ciracas Panangaran Ritonga menyebut dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ciracas, ada empat kelurahan yang terdampak sebab dilintasi Kali Cipinang.Kelurahan Cibubur: RW 05 dan RW 06Kelurahan Kelapa Dua Wetan: RW 02, RW 09 dan RW 011Kelurahan Ciracas: RW 04 dan RW 05Kelurahan Rambutan: RW 01 dan RW 033 RT di Pasar Rebo JaktimEvakuasi banjir di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). Foto: Dok. Damkar Jakarta TimurDi Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 150 cm dan berdampak pada warga.Muchtar Zakaria menyebut evakuasi dilakukan di beberapa titik, termasuk di Kelurahan Kalisari."Objek banjir, ketinggian air 150 cm. Jumlah yang dievakuasi tiga jiwa. Dampak banjir 2 RT (1.000 jiwa)," jelas Muchtar.Dengan pengerahan dua unit quick response dan lima personel, ia memastikan seluruh korban berhasil diselamatkan.“Korban banjir sudah diselamatkan, evakuasi berhasil dilakukan,” tuturnya.Selain Kalisari, banjir juga terjadi di Kelurahan Pekayon dengan ketinggian air mencapai 110 cm. Di lokasi ini, dua warga dalam kondisi sakit dievakuasi."Ketinggian air 110 cm. Jumlah yang dievakuasi dua jiwa, status korban sakit. Terdampak 1 RT, 100 KK, 500 jiwa," jelasnya.Petugas mengerahkan dua unit rescue dan tujuh personel. Seluruh proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi aman.PekayonKondisi banjir yang menggenangi Jalan Harmed, RT 10 RW 07, Pekayon, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanSejumlah warga, mulai dari orang tua hingga balita, duduk di atas perahu karet saat dievakuasi dari banjir setinggi dada orang dewasa. Ada sekitar 200 rumah kena imbas dari banjir yang menerjang RT 10 RW 07 Pekayon, Jakarta Timur, sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian banjir yang mencapai 1,5 meter.Sebanyak 28 warga yang bermukim di kawasan ini dievakuasi. Mereka dievakuasi dalam dua proses."Kebetulan tadi evakuasi 15 orang (yang pertama), tapi tidak mengungsi. Hanya di rumah kerabat (dan) rumah warga," tutur Ketua RW 07 Pekayon, Sarbidin, saat ditemui kumparan, kemarin.Pengevakuasian 15 orang pertama ini dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB oleh Gulkarmat Kelurahan Pasar Rebo. Di antaranya, terdapat warga yang sedang sakit dan balita."Ada juga kondisi yang lagi sakit, termasuk mengalami stroke. Ya ada anak kecil bayi," ucap Sarbidin.Sarbidin menjelaskan alasan evakuasi terhadap mereka dilakukan karena kondisi rumah yang tidak ada lantai dua."Kondisi karena rumah tidak tingkat, jadi mengungsi," kata Sarbidin.Sementara itu, pada pukul 22.43 WIB, pengevakuasian kedua dilakukan kepada 13 warga oleh anggota TNI Batalyon 201. Di antara warga yang dievakuasi, tujuh orang dewasa dan enam balita.Sesampainya di tepi banjir, mereka segera berbondong-bondong turun diiringi isak tangis balita yang digendong.Salah satu warga tersebut, Sri (50) mengungkapkan kediamannya tergenang oleh banjir setinggi pinggang orang dewasa atau sekitar 90 sentimeter."Sedada di luar (rumah), tapi di rumah ya segini, sepinggang lebih," ucapnya sambil menunjukkan pakaiannya yang basah kuyup."Setengah 4 mulai masuk rumah ya. Makanya kita pesan tadi itu (pengevakuasian) dari Maghrib, baru dateng itu," katanya.Banyak Warga yang Pulang KampungKondisi banjir yang menggenangi Jalan Harmed, RT 10 RW 07, Pekayon, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanBanjir juga menimpa RT 01, RT 02, RT 04, RT 07, dan RT 10 dari RW 07 Pekayon. Rumah-rumah terendam genangan air akibat banjir tersebut, yang di antaranya terdapat beberapa yang sedang tidak ada penghuninya. Mereka sedang mudik saat banjir melanda tepat di Hari Raya Idul Fitri tahun ini.Salah satu warga sekitar, Yeyen (53) menyebutkan ada 10 rumah yang kebanjiran tak berpenghuni di RT 04 RW 07 Pekayon."Di wilayah kita ini RT 04, ada 10 rumah itu (yang kebanjiran) pulang kampung (penghuninya)," kata Yeyen saat ditemui kumparan.Ketika banjir melanda, 10 rumah itupun kemudian terpaksa dijebol oleh para warga agar sejumlah barang di dalamnya dapat diamankan."Dia terpaksa dijebol sama (orang) di sini ramai-ramai untuk evakuasi barang yang bisa dievakuasi gitu," ujar Yeyen."Sedih, kasihan yang pulang kampung," sambungnya.