Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto: Peter Hermes Furian/ShutterstockIran bersedia membantu kapal-kapal Jepang transit di Selat Hormuz, titik strategis bagi pasokan minyak global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.Pernyataan Araghchi itu disampaikan dalam wawancara dengan Kyodo News, dikutip dari AFP, Sabtu (21/3).Jepang bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, yang sebagian besar melintasi selat Hormuz.Iran secara efektif menutup selat itu sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel. Dampaknya, membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berebut mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan minyak mereka.Araghchi membantah penutupan jalur tersebut, dan bersikeras bahwa hanya negara-negara yang menyerang Iran menghadapi pembatasan, sementara negara lain ditawari bantuan."Kami belum menutup selat ini. Dari sudut pandang kami, selat ini terbuka," kata Araghchi menurut transkrip wawancara berbahasa Farsi yang diposting di saluran Telegramnya.“Selat ini hanya tertutup bagi kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami. Bagi negara-negara lain, kapal-kapal (mereka) dapat melewati selat tersebut," sambungnya.Dia menambahkan bahwa Iran siap untuk memastikan perjalanan yang aman bagi Jepang. “Mereka hanya perlu menghubungi kami agar kami bisa berdiskusi bagaimana transit ini bisa dilakukan,” tambah Araghchi.Jepang, negara dengan perekonomian peringkat keempat di dunia, adalah importir minyak terbesar kelima, dengan 95 persen di antaranya berasal dari Timur Tengah dan 70 persen melewati Selat Hormuz.