Burung-burung terbang di dekat perahu di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERSSebuah kapal yang diduga menggunakan identitas kapal pengangkut gas yang sudah dipensiunkan terlihat keluar dari Selat Hormuz pada Jumat (19/3) pagi waktu setempat. Berdasarkan dara pelacakan kapal, terlihat kapal tersebut mengidentifikasi diri sebagai pengangkut gas alam cair (LNG). Anehnya, menurut pelaku pasar dan laporan agen pelabuhan dikutip dari Bloomberg, Minggu (22/3), kapal yang sama juga sebelumnya tercatat telah 'terdampar' di galangan pembongkaran di India pada Oktober tahun lalu untuk dibongkar. Kapal bernama Jamal ini kemungkinan merupakan 'kapal zombie', yakni kapal yang menggunakan identitas kapal sah yang sudah tidak beroperasi. Ini menjadi contoh pertama yang diketahui sejak perang dimulai, di mana taktik seperti ini digunakan untuk melintasi Selat Hormuz. Lalu lintas di selat tersebut kini nyaris terhenti karena serangan dan ancaman dari Iran yang menjadikannya zona berisiko tinggi.Bloomberg belum dapat memastikan identitas kapal 'zombie' yang melintasi selat tersebut, termasuk apakah benar kapal itu adalah pengangkut LNG atau jenis kapal lain.“Kembaran” Jamal ini baru mulai memancarkan identitas barunya pekan lalu, dan sebelumnya tidak diketahui keberadaannya. Saat pertama kali terdeteksi pada 13 Maret, kapal itu menuju Sohar di Oman dan berada di Teluk Oman.Ilustrasi tanker LNG. Foto: Stefan Dinse/ShutterstockSetelah itu, kapal tersebut sempat berhenti mengirim sinyal sebelum kembali muncul pada 20 Maret di Teluk Persia dekat Sharjah, Uni Emirat Arab, kali ini tanpa menyebut tujuan yang jelas. Sinyal lokasi terakhir dikirim pada Jumat malam dari perairan lepas pantai tenggara Iran.Kapal 'zombie' sebenarnya sudah pernah digunakan dalam perdagangan minyak yang terkena sanksi. Namun, penggunaan taktik ini untuk melintasi Selat Hormuz menambah jenis metode baru bagi kapal-kapal yang mencoba keluar dari wilayah tersebut. Selain itu, cukup tidak biasa kapal LNG terlibat dalam praktik seperti ini, mengingat jenis kapal tersebut sangat khusus dan jumlahnya terbatas. Perdagangan LNG gelap sejauh ini sebagian besar terkait penjualan gas Rusia ke China.Selain kapal-kapal yang terkait Iran, hanya segelintir kapal sah yang berhasil melintas, diduga setelah memperoleh persetujuan dari Teheran. Turki dan India menyatakan telah bernegosiasi dengan Iran agar sebagian kapal mereka bisa keluar dari kawasan tersebut. Kantor berita Kyodo dari Jepang juga melaporkan pada Sabtu lalu bahwa Iran siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait Jepang untuk melintas.Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto: lavizzara/ShutterstockBeberapa kapal yang berhasil keluar dari selat juga mematikan sinyal transmisi mereka demi keamanan di tengah meningkatnya ketegangan. Selain itu, gangguan elektronik yang kuat di kawasan tersebut turut mengacaukan sistem pelacakan kapal dan dapat memalsukan posisi sebenarnya.Menurut basis data internasional Equasis, pengelola kapal Jamal adalah Resurgence Ship Management Pvt. yang berbasis di Mumbai. Perusahaan tersebut belum merespons permintaan komentar melalui email di luar jam kerja. Pemilik kapal, Liner Shipping Inc., tidak memiliki detail kontak yang tersedia, namun menggunakan alamat terdaftar yang sama dengan Resurgence Ship Management.