Pram Sebut Transaksi di Jakarta Selama Ramadan Capai Rp 21 Triliun

Wait 5 sec.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin saat memberikan keterangan pers di sela acara Jakarta Bedug Kolosal di Bundaran HI, Jumat (20/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparanGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan transaksi di Jakarta mencapai Rp 21 triliun sepanjang Bulan Ramadan 1447 Hijriah.Hal itu ia sampaikan saat jumpa pers di sela acara 'Jakarta Bedug Kolosal' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3)."Saya juga ingin mengumumkan per hari ini tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp 21 triliun," kata Pramono.Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan angka transaksi tersebut salah satunya merupakan efek dari lomba diskon yang dihelat oleh Pemprov DKI Jakarta.Adapun lomba diskon tersebut digelar pada 4 Maret dan akan berakhir pada 31 Maret."Jadi memang Jakarta mengadakan lomba diskon yang dimulai tanggal 4 Maret sampai akan kita akhiri tanggal 31 Maret," tutur Eliawati.Eliawati menyebutkan angka transaksi 21 Triliun merupakan perhitungan per hari ini, Jumat (20/3). Angkanya diprediksi akan terus naik."Nah, cut-off pada tanggal hari ini (20/3), transaksi itu sudah di atas 21 (triliun)," ujar Eliawati.Eliawati pun merincikan sektor-sektor yang membuat angka tersebut tercapai. Di antaranya adalah sektor ritel, pusat perbelanjaan, hingga perhotelan."Siapa saja di antaranya adalah ritel, kemudian pusat-pusat perbelanjaan, Tanah Abang di antaranya, kemudian perhotelan," ungkap Eliawati.Ia pun membandingkan angka ini dengan transaksi di wilayah lain yang, menurut angka yang disebutnya, cukup jauh."Di Semarang sendiri transaksinya di angka Rp 8,46 (miliar), kemudian di Surabaya Rp 6,4 sekian miliar," ucap Eliawati.Kembali ke Pramono, dia berharap angka transaksi di Jakarta dapat terus meningkat. Dalam lima hari ke depan, ia berandai angka transaksi ini dapat pecah rekor."Mudah-mudahan masih ada 5 hari, kami ingin memecahkan rekor harapannya di atas Rp 23–24 triliun," harap Pramono.