Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTOKorps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan strategi pengaturan lalu lintas untuk menghadapi arus balik Lebaran 2026. Sejumlah skenario disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari berbagai daerah menuju wilayah perkotaan.Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan memanfaatkan ruas tol fungsional sebagai jalur alternatif.“Kami sudah punya strategi dan skenario ketika nanti arus balik yang dari Jawa Barat, nanti akan kami lewatkan tol fungsional, termasuk juga yang di Sukabumi ada tol fungsional juga,” ujar Agus disitat dari Antara, Jumat, (20/3/2026).Kendaraan melintas di Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi 3 yang difungsikan sebagai jalur fungsional untuk arus mudik lebaran 2026, Sabtu (14/3). Foto: Dok. kumparanIa menjelaskan, puncak arus balik tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 25–26 Maret 2026, sementara gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.Dengan pola dua gelombang tersebut, Polri berharap distribusi kendaraan bisa lebih merata sehingga tidak terjadi penumpukan ekstrem di satu waktu tertentu. Pengaturan ini juga diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur utama.Selain rekayasa lalu lintas, pengamanan juga diperkuat melalui Operasi Ketupat 2026. Dalam operasi tersebut, Polri menyiagakan ribuan posko untuk mendukung kelancaran dan keamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.Kendaraan melintas di Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) seksi 3 yang difungsikan sebagai jalur fungsional untuk arus mudik lebaran 2026, Sabtu (14/3). Foto: Dok. kumparanTotal terdapat 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu. Seluruh posko tersebut disiapkan untuk mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, hingga terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan destinasi wisata.