Ilustrasi meja biliard. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparanDi tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD), Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menjadi sorotan usai mengalokasikan anggaran Rp 486,9 juta untuk meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD.Dikutip dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), diketahui Sekretariat DPRD Sumsel mengalokasikan anggaran tersebut untuk dua unit meja biliar.Masing-masing untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, sebesar Rp 151 juta, dan rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, sebesar Rp 335,9 juta. Secara keseluruhan totalnya mencapai Rp 486,9 juta.Ketua DPRD Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, mengatakan sudah meminta Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk memberikan klarifikasi terkait rencana pengadaan dua meja biliar tersebut."Untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian,” kata Andie kepada wartawan dikutip Senin (9/3).Rencananya untuk Fasilitas Latihan AtletAndie yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini menyebut rencananya meja biliar tersebut untuk fasilitas alternatif bagi atlet biliar Sumsel untuk berlatih."Jadi selain di tempat latihan yang sudah ada, para atlet juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," katanya.Namun, ia juga memahami adanya perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Maka dari itu, pengadaan akan dievaluasi dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi serta prioritas kebutuhan.“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih,” katanya.