Daftar Fasilitas Minyak dan Gas yang Diserang saat Konflik AS-Israel dengan Iran

Wait 5 sec.

Api berkobar dan asap mengepul dari Depot Minyak Aqdasiyeh setelah dilaporkan terkena serangan di Teheran, Iran, Minggu (8/3/2026). Foto: Media Sosial/via REUTERSKonflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran berdampak pada beberapa fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk. Saat ini, tercatat sudah ada sejumlah fasilitas yang terkena serangan.Tercatat, ada fasilitas yang diserang meliputi kilang Ras Tanura dan ladang minyak Shaybah di Arab Saudi, fasilitas gas alam cair atau LNG Ras Laffan di Qatar sampai depot minyak Shahran di Iran.Ras Tanura dan Shaybah di Arab SaudiDi Arab Saudi, Saudi Aramco sudah menghentikan operasional kilang Ras Tanura usai terjadi serangan drone di area tersebut pada Senin (2/3).Ladang minyak Aramco di Gurun Rub' al Khali, Shaybah, Arab Saudi, 12 Januari 2024. Foto: REUTERS/Hamad I MohammedRas Tanura merupakan salah satu kilang terbesar di Arab Saudi yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 550.000 barel minyak mentah per hari. Lokasinya di pesisir Teluk Persia, dekat dengan kota industri Jubail di bagian timur Arab Saudi.Selain Ras Tanura, ladang minyak Shaybah juga menjadi incaran serangan. Namun, Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan ladang minyak tersebut.Otoritas Arab Saudi mencegat empat drone yang mengarah ke fasilitas minyak Shaybah pada Sabtu (7/3). Ladang minyak ini memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari. Selain kapasitas produksi minyak mentah tersebut, situs Saudi Aramco juga melaporkan bahwa Shaybah juga memiliki pabrik pemulihan gas alam cair dengan kapasitas sekitar 2,4 miliar kaki kubik standar per hari.Ras Laffan di QatarFasilitas produksi gas alam cair (LNG) QatarEnergy, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Kota Industri Ras Laffan, Qatar, 2 Maret 2026. Foto: REUTERS/StringerDi Qatar, produksi LNG di fasilitas Ras Laffan sudah dihentikan sejak Senin (2/3) usai serangan drone yang terjadi di sana. Fasilitas LNG Ras Laffan milik QatarEnergy menyumbang sekitar seperlima pasokan LNG dunia.QatarEnergy telah menyatakan force majeure atau keadaan kahar, klausul yang memungkinkan perusahaan menunda pengiriman LNG tanpa penalti akibat kejadian di luar kendali.Penghentian total produksi di kompleks tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah operasionalnya atau 30 tahun terakhir dan langsung mengganggu pasokan gas alam dunia. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan fisik besar di fasilitas tersebut, namun ketidakpastian durasi penghentian produksi menjadi perhatian utama pasar.Tiga Depok dan Kilang di TeheranTak hanya di Arab Saudi dan Qatar, fasilitas 3 fasilitas depok dan kilang minyak di Teheran, Iran. Serangan udara Israel pada Sabtu (7/3) malam memicu kebakaran besar. Beberapa depot penyimpanan minyak dan sebuah kilang dilaporkan terbakar hebat, dengan kobaran api besar serta asap tebal terlihat membumbung di atas ibu kota Iran.Rekaman video yang beredar memperlihatkan kebakaran di sebuah lokasi penyimpanan minyak di dekat kilang, dengan asap hitam mengepul tinggi ke udara. Api berkobar dan asap mengepul dari Depot Minyak Aqdasiyeh setelah dilaporkan terkena serangan di Teheran, Iran, Minggu (8/3/2026). Foto: Media Sosial/via REUTERSMiliter Israel dalam pernyataannya mengatakan telah menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar yang digunakan oleh angkatan bersenjata rezim Iran di Teheran.Media Iran mengutip sumber dari Kementerian Perminyakan yang menyebut tiga depot minyak di wilayah Kohak, Shahran, dan Karaj menjadi sasaran pesawat tempur Israel. Selain itu, media lokal juga melaporkan kebakaran besar terjadi di kilang Teheran setelah fasilitas tersebut dan sebuah lokasi penyimpanan minyak dilaporkan terkena dua rudal.