Proses pengecasan Toyota bZ4X di SPKLU yang ada di rest area Tol Trans Jawa. Foto: Dok. kumparanLonjakan pemudik mobil listrik pada Lebaran tahun ini diprediksi meningkat seiring pertumbuhan penjualan kendaraan listrik nasional. Kondisi tersebut membuat PT PLN (Persero) menyiapkan strategi khusus, terutama di jalur padat seperti Tol Trans Jawa.Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Fokus utama PLN adalah memastikan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) agar mampu melayani lonjakan kebutuhan saat arus mudik.“Dalam menghadapi periode mudik Lebaran, PLN menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Gregorius kepada kumparan, Rabu (4/3/2026).Ia menjelaskan, persiapan tersebut tidak dilakukan secara mendadak. PLN lebih dulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan operasional SPKLU di berbagai titik, khususnya di rest area jalur utama.Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Rest Area Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 130, Rabu (20/3/2024). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan“Sebelumnya, PLN telah melakukan assessment menyeluruh terhadap kesiapan operasional SPKLU, yang mencakup pengecekan teknis, keandalan suplai listrik, serta kesiapan personel siaga selama 24 jam,” katanya.PLN juga menggunakan pendekatan berbasis data untuk mengantisipasi potensi kepadatan. Data historis periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran tahun-tahun sebelumnya menjadi acuan untuk memperkirakan lonjakan permintaan pengisian daya.SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) di Rest Area KM 57A ruas Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (12/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan“Pemetaan potensi lonjakan kebutuhan berdasarkan data periode Nataru dan Lebaran tahun-tahun sebelumnya juga dilakukan untuk menentukan titik prioritas penguatan,” lanjutnya.Menurut Gregorius, langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan antrean panjang apabila rest area di Tol Trans Jawa dipadati kendaraan listrik. Persebaran SPKLU yang lebih merata menjadi kunci agar beban tidak menumpuk di satu lokasi saja.Hyundai IONIQ 6 dan IONIQ 5 di SPKLU di rest area KM 379 tol Trans Jawa. Foto: dok. HMID“Melalui pendekatan berbasis data tersebut, persebaran SPKLU diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pemudik kendaraan listrik secara optimal,” ujarnya.Dengan sejumlah strategi itu, PLN optimistis pengguna kendaraan listrik tetap bisa melakukan perjalanan mudik dengan nyaman. Perusahaan juga memastikan personel siaga dan sistem kelistrikan tetap dalam kondisi andal selama periode arus mudik dan balik Lebaran.