Buka Puasa dengan Minuman Manis? Pakar Ingatkan Jangan Berlebihan

Wait 5 sec.

Ilustrasi Es Buah Foto: Nunung Noor Aisyah/Shutterstock“Berbukalah dengan yang manis”. Ya, ungkapan ini sepertinya sudah sangat familiar di telinga banyak orang, bukan? Makanya tak heran jika saat azan magrib berkumandang, minuman manis seperti teh manis, sirup, atau es buah sering menjadi pilihan pertama untuk membatalkan puasa.Menurut Profesor Ilmu Gizi Pangan IPB University sekaligus pakar human nutrition, Budi Setiawan, kecenderungan memilih makanan dan minuman manis saat berbuka puasa memang cukup wajar. Hal ini berkaitan dengan kondisi tubuh setelah berpuasa seharian.Ia menjelaskan bahwa selama berpuasa, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. Karena itu, makanan atau minuman manis sering dipilih untuk membantu mengembalikan energi dengan cepat.“Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa,” kata dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, seperti dikutip dari laman IPB University, Minggu (8/3).Tak hanya itu, makanan dan minuman manis juga dapat memberikan rasa puas dan bahagia. Hal ini terjadi karena konsumsi gula dan karbohidrat dapat memicu produksi hormon serotonin dalam tubuh, yang berkaitan dengan perasaan senang.Meski begitu, Prof Budi mengingatkan agar konsumsi makanan atau minuman manis tidak dilakukan secara berlebihan. Sebab, jika tidak dikontrol, kebiasaan ini justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan.Ilustrasi buka puasa bersama. Foto: Odua Images/ShutterstockIa menjelaskan bahwa gula merupakan salah satu komponen pangan yang perlu dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang. Berdasarkan pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah sekitar 50 gram atau setara dengan empat sendok makan.“Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang,” tegasnya.Selain itu, terlalu banyak minuman manis saat berbuka atau sahur juga dapat membuat perut cepat terasa penuh. Akibatnya, seseorang bisa jadi mengurangi porsi makanan bergizi lainnya seperti sayur, buah, dan sumber protein yang sebenarnya penting untuk tubuh.Asupan gula yang berlebihan juga berisiko menimbulkan karies atau kerusakan gigi, serta meningkatkan berat badan karena kelebihan energi.Ilustrasi berbuka dengan air putih dan kurma Foto: dok.shutterstockBahkan bagi penderita Diabetes Mellitus, konsumsi gula berlebih dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan trigliserida yang berisiko bagi kesehatan jantung. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung.Sebagai pilihan yang lebih sehat, Prof Budi menyarankan minuman seperti air kelapa muda atau jus buah dan sayur saat berbuka puasa. Namun, ia tetap mengingatkan agar tidak menambahkan terlalu banyak gula ke dalam minuman tersebut.Selain itu, buah manis alami seperti kurma juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk berbuka puasa, baik kurma segar (ruthob) maupun kurma kering. “Akan tetapi, tentu saja tidak boleh berlebihan, cukup satu atau tiga butir saja,” jelasnya.