Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus di Kantor YLBHI Jakarta, pada Senin (8/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparanWakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru menghadiri acara podcast bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor YLBHI."Andrie telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh OTK yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/3).Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, peristiwa bermula saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang.Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor matik - diduga Honda Beat - datang dari arah berlawanan."Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang beroperasi menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang," tutur Dimas.Ciri-ciri pelaku yang teridentifikasi: pelaku pertama (pengemudi) mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua (penumpang) menggunakan masker penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek."Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh. Akibat serangan itu, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelas Dimas.Kapolri Beri Atensi KhususBULOG dukung penanaman jagung nasional bersama Kapolri dan Wamentan di Sumatera Selatan, Sabtu (7/3). Foto: Dok. BULOGKadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kejadian ini."Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Johnny kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/3).Johnny Eddizon Isir mengatakan penyidik sudah melakukan sejumlah langkah dalam mengusut kasus ini. Mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga membuat laporkan model A. Laporan model A adalah laporan yang dibuat oleh polisi karena belum ada laporan resmi dari korban."Polri telah melakukan langkah-langkah, khususnya penanganan tempat kejadian perkara, demikian juga beberapa rangkaian tindakan penyelidikan yang didasari kepada Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," kata Johnny.Penanganan kasus ini ditangani Polres Jakarta Pusat dengan dibantu Polda Metro Jaya. Bareskrim Mabes Polri juga membackup.Silakan Beri InformasiKadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir di Gedung Humas Polri, Rabu (24/2). Foto: Rayyan/KumparanKarena masih awal, polisi membutuhkan banyak informasi terkait kasus ini. Mereka juga akan melindungi siapa pun pemberi informasi kepada kepolisian."Kami harapkan kepada seluruh warga masyarakat, khususnya yang mengetahui rangkaian peristiwa ini dapat membantu memberikan informasi kepada Polri, khususnya penyidik. Kami pastikan warga yang memberikan informasi tetap kita berikan perlindungan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johny Eddison Isir, kepada wartawan, Jumat (13/3).Komisi III Minta Dalangnya DiusutAnggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni menyapa warga Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (2/11/2025). Foto: Dok. IstimewaWakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyayangkan insiden seperti ini masih terjadi di 2026. Menurutnya, ini tidak baik bagi demokrasi.“Teror seperti ini sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita. Apalagi jika nanti motifnya berkaitan dengan aktivitas korban," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (13/3).Bendahara Umum NasDem ini mendorong Polri segera mengusut kasus ini. Dalang dan motif penyerangan harus diungkap."Maka saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," kata Sahroni.Sementara anggota Komisi III Soedeson Tandra menilai, masalah ini memang harus diusut. Ini bukan soal KontraS tetapi keselamatan warga."Harus diusut. Kami minta pihak kepolisian untuk mengusut siapa pun orangnya, bukan masalah aktivis KontraS, tapi itu kan jelas menyerang keselamatan dari warga negara, ya. Pihak yang berwajib harus mengusut dan mengungkap ini seterang-terangnya gitu ya, dan menangkap pelakunya," kata Tandra.