Terdakwa Ammar Zoni saat menjalankan sidang tuntutan terkait penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, (12/3/2026). Foto: Agus ApriyantoAmmar Zoni membeberkan salah satu titik terendah dalam hidupnya saat membacakan pleidoi atas tuntutan kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4).Dalam pembelaannya, Ammar mengenang momen ketika mantan istrinya, Irish Bella, meminta diceraikan saat dirinya tengah menjalani rehabilitasi akibat kasus narkoba.Ammar mengungkap, permintaan cerai tersebut datang saat dirinya tengah menjalani rehabilitasi akibat kasus narkoba sebelumnya.“Hakim pun waktu itu memutus saya kembali lagi menjalani rehab. Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya, yaitu keinginannya untuk bercerai. Meminta saya untuk berikan talak kepadanya,” ujar Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4).Ia menilai momen itu menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya karena terjadi di tengah upayanya untuk pulih. Ammar Zoni mengaku tidak menginginkan perceraian tersebut.Namun, keputusan Irish disebut sudah bulat meski dirinya telah berusaha menunjukkan perubahan.“Dia pun tetap memaksa meminta talak, sebagaimana pun saya sudah meminta maaf, memohon, merajuk, meratap, menangis meminta dikasihani, meminta kesempatan sekali lagi agar jangan sampai berakhir. Namun keputusannya sudah bulat,” kata Ammar.Ammar juga mengaku terpukul karena dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengenal perceraian. Ia bahkan menyebut sempat merasa dirinya tidak pantas menjadi pasangan yang baik.Artis Irish Bella bersama kuasa hukumnya saat konferensi pers klarifikasi terkait Ammar Zoni di kawasan Cinere, Senin, (18/12/2023). Foto: Agus Apriyanto“Di pikiran saya mengatakan memang pantasnya orang seperti saya ini ditinggalkan. Orang seperti saya tidak pantas bersanding dengan wanita sholehah. Tidak pantas jadi imam bagi istri dan anak,” lanjutnya.Tak berhenti di situ, Ammar mengungkap bahwa dirinya juga mendapat kabar sang mantan istri akan menikah lagi, bahkan sebelum genap 100 hari kepergian ayahnya.“Belum genap 100 hari setelah kematian Bapak, mantan istri saya mengabari kalau dia akan segera menikah lagi dengan laki-laki pilihannya sendiri,” ungkap Ammar.Ia menyebut rangkaian peristiwa tersebut menjadi pukulan berat dalam hidupnya hingga sempat membuatnya berada di titik terendah.“Hampir saja saya gelap mata ingin mengakhiri hidup saya. Jika saja tidak ada iman di hati saya, pasti sudah saya lakukan,” katanya.Dalam pleidoinya, Ammar juga menyampaikan penyesalan atas kesalahan yang telah ia perbuat, serta berharap dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki diri di masa depan.