BPS Catat Tarif Pesawat Turun 4,01 persen Saat Lebaran 2026

Wait 5 sec.

Calon penumpang antre di area lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Putra M. AkbarTarif angkutan udara tercatat turun 4,01 persen menjelang periode Lebaran 2026. Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sempat terjadi kenaikan sebesar 2,89 persen pada bulan Februari 2026.“Deflasi ini terjadi seiring dengan tadi penerapan stimulus ekonomi berupa diskon, tarif transportasi di masa lebaran idul fitri tahun 2026,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers, dikutip Jumat (3/4).Berdasarkan data BPS, kondisi serupa pernah terjadi pada periode lebaran 2024, atau turun sebesar 0,97 persen pada periode Lebaran 2024, lalu kembali turun mencapai 4,83 persen pada periode Lebaran 2025. Secara keseluruhan, andil angkutan udara terhadap inflasi umum tercatat relatif kecil, yakni sekitar -0,03 persen dengan kontribusi terhadap kelompok transportasi sebesar -0,24 persen.Kemudian Ateng menambahkan, inflasi kelompok transportasi ini juga cenderung lebih tinggi pada momen Lebaran dibandingkan awal Ramadan, dengan pengecualian pada tahun 2022 dan 2025.Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jumat (25/7). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanKatanya, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok transportasi adalah bensin dan tarif angkutan antarkota, dengan kontribusi terhadap inflasi umum masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,03 persen.“Namun demikian, tidak semua komoditas transportasi mendorong inflasi. Tarif angkutan udara justru menjadi peredam inflasi dengan andil deflasi terhadap inflasi umum sebesar 0,03 persen,” lanjut Ateng.Selain angkutan udara, beberapa komoditas transportasi lainnya juga berperan dalam meredam laju inflasi. Tarif jalan tol tercatat mengalami deflasi sebesar 0,87 persen, diikuti tarif angkutan laut yang turun cukup dalam hingga 7,45 persen.Sementara itu, layanan penyeberangan ASDP dan kereta api juga mencatat penurunan masing-masing sebesar 3,17 persen dan 3,18 persen, sehingga turut menahan tekanan inflasi pada kelompok transportasi.