Hadapi El Nino, Mentan Percepat Strategi Jaga Produksi Padi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat mitigasi potensi El Nino melalui lima strategi utama untuk menjaga produksi padi dan mempertahankan swasembada pangan.Ia memfokuskan langkah tersebut pada periode kritis April–Juni 2026, setelah BMKG memperingatkan potensi kekeringan.“Ancaman El Nino cukup mengkhawatirkan, sehingga kita harus bergerak cepat,” ujar Amran.Untuk itu, Kementerian Pertanian menjalankan lima strategi. Pertama, memetakan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini agar respons lebih cepat dan tepat sasaran.Selanjutnya, pemerintah mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan pompanisasi dan sistem perpipaan.Selain itu, pemerintah mempercepat tanam di daerah yang masih memiliki air, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, sekaligus mendorong penggunaan varietas tahan kekeringan dan berumur genjah.Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk rawa dan sawah baru, agar petani segera menanam tanpa jeda guna mengejar target produksi.Di saat yang sama, pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan pemangku kepentingan lain agar percepatan berjalan efektif di lapangan.Amran meminta pemerintah daerah segera mengusulkan kebutuhan, terutama pompa dan irigasi, sehingga pemerintah pusat dapat menyesuaikan anggaran dengan cepat.Ia menegaskan periode April–Juni menjadi penentu stabilitas produksi. Jika fase ini terlewati, swasembada pangan akan terus berlanjut.Amran optimistis kolaborasi pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani mampu menjaga ketahanan pangan nasional.Sementara itu, pemerintah mencatat stok beras mencapai 4,4 juta ton dan menargetkan kenaikan hingga 5 juta ton dalam waktu dekat. (*)