Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Saham Sektor Teknologi

Wait 5 sec.

Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat ditopang oleh saham sektor teknologi pada Selasa (24/2), seiring kembali munculnya optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) setelah sebelumnya diliputi kekhawatiran potensi disrupsi.Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 52,70 poin atau 0,77 persen menjadi 6.890,45. Indeks Nasdaq Composite melonjak 239,91 poin atau 1,06 persen ke level 22.867,18, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 377,40 poin atau 0,77 persen menjadi 49.181,46.Spekulasi mengenai dampak AI terhadap berbagai sektor telah memicu pergerakan besar pada saham dan indeks dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan tajam pada Senin (23/2) menjadi contoh terbaru dari fluktuasi selera risiko investor di tengah ketidakpastian tersebut.“Kita akan memasuki periode di mana pasar akan menghadapi ketidakpastian, dan hari ini kita melihat sedikit aksi beli saat harga turun,” ujar managing partner Keator Group, Matthew Keator.Ia menambahkan, pergerakan harian kemungkinan akan terus terjadi karena masih banyak hal yang belum diketahui mengenai apakah AI pada akhirnya akan memberikan nilai tambah atau justru mendisrupsi perusahaan.Laboratorium AI, Anthropic, mengumumkan sejumlah plug-in baru yang menyasar bidang seperti perbankan investasi dan sumber daya manusia, beberapa pekan setelah peluncuran sebelumnya memicu aksi jual saham perangkat lunak tradisional. Perusahaan tersebut menyebut plug-in baru itu dikembangkan bersama mitra, termasuk Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet.Di sisi lain, beberapa sektor seperti real estat komersial, transportasi truk, dan logistik baru-baru ini mengalami penurunan tajam akibat kekhawatiran bahwa perkembangan AI dapat menimbulkan disrupsi spesifik di industri tersebut.“Anthropic cukup aktif dengan berbagai pengumuman bahwa produk mereka akan melakukan banyak hal baru dan menarik. Masih sangat awal dalam prosesnya dan penerimaan serta penerapan alat-alat ini kemungkinan masih membutuhkan waktu,” kata manajer portofolio senior di Dakota Wealth, Robert Pavlik.Para pembuat kebijakan moneter juga menilai potensi dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan teknologi tersebut dapat memicu kenaikan tingkat pengangguran, sementara Gubernur Fed Christopher Waller menilai AI tidak akan mengganggu pasar tenaga kerja.Putusan Mahkamah Agung AS pada Jumat (20/2) yang membatalkan banyak tarif Presiden Donald Trump, serta ancaman Trump untuk menerapkan putaran tarif baru terhadap barang impor, tetap menjadi sumber ketidakpastian bagi pasar.“Masih ada pertanyaan mengenai kesepakatan yang sudah ada sebelumnya. Apa yang akan terjadi dengan itu? Apakah masih berjalan?,” ujar Pavlik.Saham maskapai dan sektor perjalanan/wisata, yang terpukul pada Senin (23/2) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan sebagian besar wilayah timur laut AS akhirnya mencatat pemulihan kuat.Saham Home Depot juga menguat setelah peritel perbaikan rumah tersebut melampaui perkiraan kinerja kuartal keempat dan mempertahankan proyeksi tahunan.Advanced Micro Devices mengumumkan rencana menjual chip AI hingga senilai USD 60 miliar kepada Meta Platforms dalam lima tahun ke depan, dalam kesepakatan yang memungkinkan induk Facebook itu membeli hingga 10 persen saham produsen chip tersebut.Sementara itu, saham AMD melonjak setelah kabar itu. Keysight Technologies juga melesat setelah produsen peralatan elektronik tersebut memproyeksikan laba kuartal kedua melampaui estimasi Wall Street.