Dirut BRI Hery Gunardi di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa (16/9/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanPT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk (BBRI) membuka kemungkinan menetapkan dividend payout ratio atau rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2025 paling tinggi sepanjang sejarah. Hal itu seiring dengan kuatnya kondisi permodalan perusahaan.Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan perbankan biasanya menetapkan persentase laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, setelah mempertimbangkan struktur permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR).Sepanjang 2025, BRI membukukan CAR pada level 23,52 persen atau di atas ketentuan minimum regulator. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih Rp 57,13 triliun, meski turun 5,2 persen dari laba bersih 2024 yang mencapai Rp 60,3 triliun."Pada saat ini, kondisi permodalan BRI sangat memadai, sangat kuat. Sebagaimana tadi disampaikan bahwa CAR kita berada di sekitar 23,52 persen. Angka ini sangat jauh, sangat tinggi dibandingkan dengan apa yang dipersyaratkan oleh regulator," kata Hery saat konferensi pers secara virtual, Kamis (26/2).Ilustrasi Bank BRI. Foto: ShutterstockDengan begitu, Hery membuka peluang menetapkan rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi. Pada tahun lalu, BRI menetapkan dividend payout ratio mencapai 85,32 persen dari laba bersih 2024, sebesar Rp 31,40 triliun atau Rp 208,40 per saham."Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada," ungkap Hery.Hery menilai semakin besar dividen yang dibagikan kepada pemegang saham, maka perusahaan akan mendapatkan Return on Equity (ROE) yang lebih tinggi."Selain untuk menghasilkan kondisi permodalan yang optimal, langkah ini juga merupakan upaya kami untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para memegang saham, termasuk juga nanti ROE ikut naik," ujar Hery."Kalau misalnya dividennya lebih besar diberikan, Return on Equity-nya BRI juga akan lebih tinggi," tambahnya.