Alasan Joko Anwar Pilih Lagu Cicak-cicak di Dinding untuk Film Ghost In The Cell

Wait 5 sec.

Joko Anwar saat ditemui di kantor Come And See Pictures di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2024). Foto: Vincentius Mario/kumparanSutradara Joko Anwar memasukkan lagu anak Cicak-cicak di Dinding dalam film terbarunya berjudul Ghost In The Cell. Melalui lagu anak ciptaan AT Mahmud itu, Joko berusaha membangun suasana mencekam lewat cuplikan trailer karya rumah produksi Come and See Pictures.Pemilihan lagu itu bukan tanpa sebab. Joko menganggap perilaku hantu yang ada di dalam penjara di film ini memang sangat identik dengan lirik lagu tersebut. Sehingga lagu itu kemudian dipilih untuk membangun suasana film."Cicak-Cicak di Dinding dipilih karena kelakuan dari hantunya itu seperti cicak di dinding. Sesuai dengan lirik (lagu Cicak-Cicak di Dinding). Itu memang kelakuan dari ghost kita. Jadi dia melata, mencari mangsa," ujar Joko dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.Untuk menciptakan harmonisasi, dalam proses editing Joko berusaha menselaraskan gerakan tiap karakter dengan tempo dari lagu tersebut. Joko menilai bahwa lagu Cicak-cicak di Dinding akan terasa sangat melekat dengan seluruh adegan di film tersebut."Jadi kalau misalnya kalian lihat lagi filmnya, trailer-nya, adegan misalnya adegan berantem pukul-pukulan, sesuai beat-nya kan? 'Ci-cak, ci-cak, di din-ding'. Dan larinya juga kan? Jadi sepanjang film di kepalaku tetap bermain Cicak-cicak di Dinding dan temponya," ucap Joko."Jadi beat-nya tuh film kita mengikuti lagu Cicak-cicak di Dinding. Semuanya. Bahkan yang adegan cepet yang 'ci-cak ci-cak' si orang yang terakhir kan, itu juga dua kalinya tempo," sambungnya.Selain soal tempo, Joko juga mengungkapkan bahwa pihaknya sama sekali tak mengubah lirik dari lagu tersebut. Tak hanya itu, Ia juga memastikan bahwa urusan hak cipta atas lagu tersebut sudah rampung.Konferensi Pers Perilisan Trailer Film Ghost In The Cell di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan"Enggak, enggak (kita ubah liriknya), kan kita beli rights-nya. Jadi harus nggak boleh diubah, harus sama," ungkapnya.Lebih lanjut, pria berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa hantu di filmnya kali ini bukan seperti karakter hantu di film horor pada umumnya."Hantu di sini nggak kayak hantu di film horor yang hanya menakut-nakuti ya. Jadi hantu di film-film kita adalah karakter juga. Dan di sini juga hantu itu karakter gitu, bukan cuma elemen horor dari film kita, tapi juga karakter, yang punya intent, punya tujuan gitu," kata Joko Anwar.Ghost in the Cell adalah film horor-komedi karya Joko Anwar yang berlatar di Penjara Labuan Angsana, sebuah lapas penuh kekerasan dan rivalitas geng.Film ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Aming, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Tora Sudiro, Morgan Oey, dan masih banyak lainnya. Film Ghost in the Cell akan tayang di bioskop pada 16 April 2026.