Kapolres Tual Terkena Anak Panah, Kini Dirawat

Wait 5 sec.

Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun, Kota Langgur, usai terkena anak panah. Foto: Dok. IstimewaKapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, mengalami luka serius setelah terkena anak panah pada Selasa sore (24/2). Ia terluka saat berupaya melerai bentrokan dua kelompok warga di Jalan Utama Fiditan, Kota Tual, Maluku.Akibat insiden tersebut, anak panah menancap di kaki kiri perwira Polri itu dan hingga Rabu (25/2) masih belum dapat dicabut.Saat ini, Whansi menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun, Kota Langgur. Ia telah dijadwalkan untuk melakukan operasi pencabutan anak panah tersebut.Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, mengatakan kondisi Whansi masih stabil meski anak panah tertancap di kakinya.“Akibat kejadian tersebut kapolres terkena panah pada bagian kaki kiri. Sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit dan siang ini akan menjalani operasi pencabutan anak panah yang menancap," kata Rositah, Rabu (25/2)."Kita doakan semoga operasi berjalan lancar dan diberi kesembuhan,” tambahnya.Bentrok Dua KelompokDua kelompok warga bentrok di Jalan Utama Fiditan, Kota Tual, Maluku. Whansi dan personel Polres Tual turun ke lokasi kejadian untuk membubarkan massa yang saling serang tersebut.Saat upaya pembubaran massa itulah kaki Whansi terkena anak panah.Selain Whansi, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena panah, lemparan batu, hingga serpihan bom molotov.Pasca-kejadian, Polda Maluku bersama jajaran Polres Tual memperketat pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa yang terlibat konflik.“Penanganan pasca-kejadian saat ini di perbatasan kedua lokasi sudah dilakukan pos pengamanan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan di-back up juga dari Polres Maluku Tenggara,” kata Rositah.Kawasan Fiditan saat ini juga tengah didatangi tim dari Mabes Polri untuk melakukan investigasi terkait kasus dugaan penganiayaan anak hingga tewas yang melibatkan oknum Brimob. Aparat berupaya menjaga stabilitas keamanan agar proses penyelidikan berjalan tanpa gangguan.