Penampakan jalanan rusak di jalur pantura (pantai utara) Kabupaten Demak, Jawa Tengah hingga Semarang pada Selasa (27/1/2026). Foto: kumparanBalai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta mencatat ada 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah yang akan dilintasi pemudik pada Lebaran 2026.Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol."Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3).Iqbal menyebut jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat ke timur, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota.Titik Rawan BanjirSelain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana. Jumlah itu terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.Untuk titik rawan banjir, sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas Kendal di jalur Pantura.Jalan Pantura Pati-Rembang tepatnya di Desa Widorokandang Pati terendam banjir, Senin (12/1/2026) yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas hingga 2 kilometer. Foto: Dok. IstimewaSelain itu, potensi genangan juga teridentifikasi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen."Ruas-ruas tersebut umumnya berada di dataran rendah atau wilayah dengan riwayat genangan akibat hujan berintensitas tinggi maupun rob," jelasnya.Titik Rawan LongsorSedangkan titik rawan longsor banyak berada di jalur selatan dan wilayah perbukitan. Titik tersebut berada di ruas jalan Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo."Di titik-titik tersebut, karakteristik tanah yang labil dan kontur perbukitan menjadi faktor utama potensi longsor, terutama saat curah hujan tinggi," ucap Iqbal.18 Posko Lebaran DisiagakanPihaknya juga menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai jalur nasional wilayah Jawa Tengah untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran. Posko tersebut tersebar di koridor strategis, mulai dari jalur Pantura barat hingga jalur selatan.Di wilayah Pantura barat, posko ditempatkan antara lain di ruas Batas Kabupaten Tegal/Kabupaten Brebes–Prupuk serta Batas Kabupaten Tegal–Kabupaten Pemalang.Untuk Pantura tengah dan timur, posko disiagakan di kawasan Alas Roban, Jalan Walisongo, ruas Batas Kota Semarang–Batas Kota Demak (KM 13+700), hingga ruas Batas Kabupaten Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300). Posko juga berada di Pemuda Rembang (KM SMG 113+100).Sementara di jalur tengah dan selatan, posko ditempatkan di ruas Bawen–Batas Kota Salatiga, Kartosuro–Batas Kota Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot.Tak hanya itu, seluruh posko juga dilengkapi personel teknis dan peralatan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.BBPJN juga menyiagakan empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Peralatan yang disiapkan antara lain excavator, wheel loader, motor grader, dump truck kecil dan tronton, cold milling machine, asphalt finisher, hingga truck trailer."BBPJN juga menyiapkan material tanggap darurat seperti rangka jembatan darurat bentang 30 meter, kawat bronjong, sand bag, sheet pile, serta tambalan cepat mantap," kata Iqbal.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memprediksi sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan 38,71 juta orang."Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan," kata Luthfi.