Ilustrasi umrah. Foto: ShutterstockKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait jemaah umrah di Saudi yang tidak bisa pulang karena konflik di Timur Tengah. Koordinasi juga dilakukan dengan maskapai dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya, Minggu (1/3).Jemaah umrah maupun keluarga yang berada di Indonesia diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.Sementara untuk calon jemaah umrah yang masih berada di Indonesia, Dahnil meminta untuk menunda keberangkatan hingga kondisi di Timur Tengah membaik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh jemaah umrah Indonesia.“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil.Persiapan HajiTerkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamenhaj.Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.