Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Sirait di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (25/2). Foto: Abid Raihan/kumparanKementerian Pertahanan (Kemhan) membantah menjadi beking PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor mobil pikap Mahindra Scorpio dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.Belakangan, PT Agrinas dikabarkan mengimpor 105.000 mobil pikap. Namun, impor itu diminta untuk ditahan oleh DPR karena belum dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto dan dinilai merugikan ekonomi nasional.Kemhan lalu diisukan menjadi beking dari rencana impor ini karena sebelumnya Kemhan pernah menerima empat mobil Pikap dari Mahindra Scorpio.Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Sirait, pun menepis isu tersebut. Menurutnya, hubungan pengadaan Pikap Mahindra Scorpio dengan Kemhan bukan untuk Kopdes Merah Putih dan empat mobil itu adalah hibah untuk bencana.“Pada waktu bulan Desember yang lalu, Mahindra Scorpio ini memberikan hibah kepada Kementerian Pertahanan empat buah kendaraan ya. Dalam rangka untuk diteruskan ke daerah bencana, yaitu bencana Sumatera,” ucap Rico di Jakarta, Rabu (25/2).“Jadi empat mobil ini setelah diterimakan dari Agrinas melalui Mahindra, diterima oleh Sekjen, kemudian diberikan kepada satuan-satuan yang sedang melakukan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera. Baik itu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” tambahnya.Keempat mobil pikap itu pun telah digunakan oleh TNI untuk distribusi logistik di daerah terdampak bencana.“Jadi tidak benar, sekali lagi, tidak benar bahwa itu bagian daripada Kemhan melakukan pengadaan dan sebagainya, itu tidak ada,” tutur Rico.“Nanti akan ada klarifikasi juga dari Dirut Agrinas menyampaikan bahwa pada waktu itu, itu adalah proses hibah yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan untuk diteruskan kepada daerah bencana yang ada di Sumatera pada bulan Desember yang lalu,” tambahnya.