Dirut LPDP Sudarto. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanDirektur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, mengingatkan seluruh penerima dan alumni beasiswa LPDP agar menjaga etika, moral, serta nilai-nilai kebangsaan.Menurutnya, para penerima beasiswa perlu menyadari sumber pendanaan yang membiayai studi mereka, baik untuk jenjang S2, S3, postdoctoral, fellowship, maupun program lainnya yang didukung LPDP berasal dari pajak."Ada jargon sekarang (untuk) LPDP ya. Saya mengingatkan teman-teman: 'Lu pakai duit pajak'. Jangan lupa ya. 'Lu pakai duit pajak'. Ingat itu. Ya. 'Lu pakai duit pajak'," kata Sudarto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (25/2).Sudarto menyatakan keberlanjutan LPDP sangat bergantung pada kepercayaan publik. Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP dibentuk sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.Ia turut berharap para alumni bisa menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas beasiswa yang diterima, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Abadi Pendidikan.Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial “Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan” ucap dia melalui instagram miliknya,@sasetyaningtyas beberapa waktu lalu. Unggahan tersebut memicu kecaman publik karena dinilai merendahkan identitas kewarganegaraan.Tak lama setelah menjadi sorotan, Dwi menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram.Dalam klarifikasinya, dia menyatakan kalimat tersebut lahir dari kekecewaan pribadi. Namun, dia mengakui cara penyampaiannya tidak tepat dan berpotensi melukai banyak pihak.