kumparan Hangout 'Ngabuburit Ramadan: Jelajah Gastronomi Indonesia' bareng Chef Ragil Imam Wibowo di kantor kumparan, Minggu (22/2/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanKebanyakan dari kita memilih makanan yang dipanaskan ulang sebagai lauk sahur. Cara ini dirasa praktis sehingga kita pun tak perlu memasak saat mata masih terasa mengantuk. Tapi, bagaimana sebenarnya cara aman memanaskan ulang makanan?Indonesia Gastronomy Chef, Ragil Imam Wibowo yang beberapa waktu lalu hadir sebagai pembicara di acara kumparan Hangout (22/2), membagikan tips memanaskan makanan yang aman uqqqq2ntuk sahur."Makanan untuk sahur harus dipanaskan per enam jam, supaya bakterinya mati. Tapi kalau sudah lupa manasin sudah 12 jam, terus mau dipanaskan ulang itu harus dicoba dulu kalau sudah ada rasa yang berbeda, misalnya da rasa asamnya sedikit, sudah jangan terusin," sarannya kepada para peserta kumparan Hangout.Menariknya, Chef Ragil mengungkapkan bahwa teknik memanaskan makanan per enam jam tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dulu, bahkan dari sebelum mengenal kulkas."Karena itu memang teknik orang Indonesia dari zaman dulu ketika belum punya kulkas. Jadi setiap enam jam harus dipanasin," tambahnya.Chef Ragil juga mengatakan, kalau dia lebih suka masakan seperti sayur lodeh yang sudah dipanaskan berulang kali karena rasanya lebih menyerap."Kayak saya kalau makan lodeh saya lebih senang yang bikinan kemarin daripada yang bikinan hari ini, karena lebih nyerap, lebih enak kalau udah dua, tiga kali dipanasin," tuturnya.Nah, kalau tips memanaskan makanan sahur ala kamu bagaimana?