Ketika Anak-Anak Pergi: Saat Dunia Dewasa Menyentuh Petualangan Mi, Ma, Mo, dan Nona Gigi!

Wait 5 sec.

Sebentar lagi, seri Kita Pergi Hari Ini akan sampai pada buku ketiganya, Ketika Anak-Anak Pergi. Dari tujuh jilid yang direncanakan, kisah ini terus bertumbuh bersama pembacanya, merajut perjalanan dan berbagai hal menarik yang ditemui anak-anak dari Kota Suara. 📖🍃Dalam edisi terbarunya ini, perjalanan Mi, Ma, dan Mo akan berlanjut menuju ruang yang terasa lebih dewasa dan lebih rumit dari sebelumnya. Hmm, kira-kira ruang seperti apa yang akan mereka temui ya, Grameds?Sebelum beranjak pergi lebih jauh bersama para anak-anak, mari kita mulai ulasannya melalui kilas balik yang terjadi dalam dua kisah sebelumnya! 🌱Sebelumnya di Kita Pergi Hari IniSemua bermula dari premis menarik: Cara Lain adalah Kucing.Telusuri Kisahnya Di Sini!Dalam Kita Pergi Hari Ini, premis itu hadir lewat sosok Nona Gigi, seekor kucing luar biasa yang menjadi penjaga sekaligus pintu menuju dunia yang tak biasa bagi Mi, Ma, dan Mo. Ketiga bersaudara itu hidup di Kota Suara, tempat uang di laut dijarah perompak, uang di tanah dikeruk perampok, dan uang di pohon diambil pengusaha kayu yang tamak. Orang tua mereka harus pergi mencari nafkah. Dalam situasi itu, Nona Gigi hadir sebagai penjaga sekaligus pembuka pintu menuju petualangan yang belum pernah mereka temui sebelumnya.Bersama Fifi dan Fufu, mereka menaiki Kereta Air, bertemu Kolonel Jagung, bermain di Sirkus Sendu, hingga menyaksikan Kota Terapung Kucing Luar Biasa. Dunia dalam novel ini terasa ganjil, tapi terasa akrab dalam saat yang bersamaan, seperti mimpi yang tampak terlalu nyata untuk dibiarkan percuma. Sebuah perjalanan yang tampak cerah, namun menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang baru akan terjawab di jilid berikutnya. Berlanjut ke Mari Pergi Lebih JauhTelusuri Kisahnya Di Sini!Dalam Mari Pergi Lebih Jauh, perjalanan menjadi semakin menantang dan tentunya semakin membuka rasa penasaran. Mi, Ma, dan Mo diceritakan berhasil melewati kejadian di Kota Terapung. Fufu bersama mereka; tetapi Fifi menghilang. Menanggapi itu, ada yang mengatakan bahwa sosok Fifi sebenarnya hanya bayangan semata. Namun, bagi anak-anak ini, Fifi sungguh ada.Pencarian membawa mereka ke tempat yang lebih asing, termasuk Rumah Sakit Jiwa GPKA OSM-D yang menjadi tempat Fufu disembunyikan. Dalam kisah ini, mereka juga bertemu dengan trenggiling dan Petronella, serta tokoh-tokoh lain yang menambah warna dalam perjalanan. Bersama kehilangan dan kemunculan yang terjadi, cerita ini bergerak dari petualangan menjadi pencarian, dari keceriaan menjadi keteguhan hati untuk mempercayai apa yang mereka yakini benar. Dan Tibalah Masanya Ketika Anak-Anak PergiKudengar, memang kalau kekurangan kebahagiaan, orang-orang jadi suka melihat kesuramanTelusuri Kisahnya Di Sini!Dalam Ketika Anak-Anak Pergi, kita kembali mengikuti langkah Mi, Ma, dan Mo bersama Nona Gigi serta Petronella. Setelah peristiwa yang menimpa Fifi dan Fufu, mereka berusaha mencari titik terang. Anak-anak yang sebelumnya berkelana ke tempat-tempat ajaib, kini duduk menyaksikan orang dewasa menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam ruang persidangan. Di sana, keadilan terasa asing, bahasa dan bahasan soal hukum terdengar membingungkan, dan dunia yang selama ini mereka kenal perlahan berubah bentuk."Dalam Persidangan, orang-orang yang bertengkar ini bisa saja bertengkar sendiri, tapi mereka juga bisa meminta orang lain bertengkar menggantikan mereka.""Orang yang diminta bertengkar untuk orang lain ini disebut Pencari Gara-Gara dengan Segala Cara, tapi karena terlalu panjang kemudian disebut Pengacara."Novel ini melanjutkan kejadian dalam Mari Pergi Lebih Jauh dan turut mempertemukan kita dengan tokoh-tokoh baru yang akan memperkaya dinamika ceritanya. Ada Ryan yang gemar pergi sendirian, juga Pak Arkue sang pemilik toko kue yang menjadi saksi atas Mi. Dari tangan penulis mega-bestseller, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, kisah anak-anak ini kembali menghadirkan peristiwa yang mengguncang, namun tetap setia pada imajinasi dan kehangatan yang membuat seri ini begitu dicintai. Baca juga: Cara Orang Jawa 'Naik Kelas' di Masa Lalu: Intip Kisah Sastrodarsono dalam Para Priyayi!Mari Berkenalan dengan Ziggy Zeszyageovienazabrizkie!Lahir pada 10 Oktober 1993, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie telah menerbitkan lebih dari 30 judul buku sejak debutnya pada 2010 lewat Indigo Girl. Mulanya, ia hanya ingin menjadi penulis buku anak. Namun, perjalanan membawanya menulis novel dengan spektrum pembaca yang lebih luas.Meski begitu, jejak keinginan awal itu terasa kuat dalam gaya berceritanya. Ia menulis dengan sudut pandang yang jernih seperti anak-anak, tetapi menyentuh persoalan yang rumit dan dewasa. Imajinasi dan realitas berkelindan, menghadirkan sisi cerita yang terasa lembut sekaligus menggugah pada saat yang bersamaan.Cari Tahu Juga Karya Ziggy Lainnya!Selain menulis kisah tentang perjalanan Mi, Ma, dan Mo, Ziggy Zeszyageovienazabrizkie juga memiliki banyak karya yang menarik untuk kamu telusuri, lho. Berikut ini Gramin kasih beberapa rekomendasi bukunya yang bisa menjadi teman untuk menghiasi kekosongan di waktu luangmu:1. Jakarta Sebelum Pagi“Jam tiga dini hari, sweater, dan jalanan yang gelap dan sepi .... Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”Telusuri Kisahnya Di Sini!Dalam Jakarta Sebelum Pagi, potret Jakarta hadir sebagai kota yang sunyi pada pukul tiga dini hari. Sumbu konfliknya bermula saat Emina menerima kiriman bunga misterius tanpa nama pengirim. Mawar, hyacinth biru, dan melati datang seperti tanda kehadiran seseorang yang diam-diam mengamatinya.Rasa ingin tahu mendorongnya menelusuri jejak di balik perhatian ganjil itu. Ia menyusuri lorong-lorong kota, bertemu potongan kisah masa lalu, dan menyadari bahwa Jakarta menyimpan lebih banyak cerita daripada yang pernah ia bayangkan.2. Jakarta Selintas AramTelusuri Kisahnya Di Sini!Lima tahun berlalu sejak pertemuan pertama. Jakarta Selintas Aram kembali membawa pembaca untuk menemui Emina, yang kembali menyusuri kota bersama kenangan yang pernah terjalin menghiasinya. Ada anak yang kabur, rahasia yang terbuka, dan pernikahan yang mengubah arah hidup.Jakarta menjadi ruang ingatan yang hidup. Di tengah kemacetan dan terik matahari, masa lalu dan masa kini saling menyapa satu sama lain.3. Di Tanah LadaTelusuri Kisahnya Di Sini!Di Tanah Lada berkisah tentang Salva atau Ava yang tumbuh dalam lingkungan keras. Berbekal kamus pemberian Kakek Kia, ia mencoba memahami dunia lewat kata-kata.Setelah kepergian Kakek Kia, Ava dan keluarganya pindah ke Rusun Nero, tempat yang menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya. Di sana, ia bertemu P yang pandai bermain gitar. Bersama, mereka menghadapi sisi kehidupan yang tak ramah pada anak-anak. Novel ini berbicara tentang ketahanan dan persahabatan yang tumbuh di tengah luka. 4. Tiga Dalam Kayu"Tempat pembuangan sampah bagi orang hidup, suaka perlindungan bagi harta orang mati. Perpustakaan."Telusuri Kisahnya Di Sini!Di masa depan, perpustakaan tak lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan menyerupai makam bagi sejarah yang ditinggalkan. Di sanalah seorang gadis bertemu dengan sebelas buku, masing-masing berisi kisah yang berbeda cara bertuturnya, berbeda sudut pandangnya, dan berbeda dunianya. Cerita-cerita dalam buku ini terasa ganjil dan asing, namun pada saat yang sama menyimpan kedekatan yang sulit dijelaskan.Seiring pembacaan, benang merah perlahan terlihat, seperti ada satu hal yang menghubungkan keseluruhan dari kisahnya. Setelah itu, pembaca diajak melangkah lebih jauh ke dunia di luar buku yang tak kalah aneh dan menggugah. Tiga Dalam Kayu adalah refleksi tentang ingatan, sejarah, dan cara manusia memahami dunia melalui cerita, dengan atmosfer yang sunyi, misterius, dan memikat. 5. Pulau Batu di Samudra BuatanTelusuri Kisahnya Di Sini!Dalam Pulau Batu di Samudra Buatan, banjir menelan hotel lantai demi lantai. Delapan puluh tujuh tamu terjebak dan harus menata ulang kehidupan mereka di tengah kepungan air.Kisah ini mengikuti keseharian kembar lima dan para penghuni hotel yang berusaha bertahan. Suasana yang digambarkan dalam dunianya terasa ganjil, mencekam, sekaligus memikat. Dalam kisah ini, Ziggy kembali menghadirkan dunia yang terasa asing namun begitu dekat dengan kecemasan manusia. In the end,Ketika Anak-Anak Pergi menjadi simpul baru dari perjalanan panjang ini. Ia menyambung kisah sebelumnya, sekaligus membuka pintu menuju empat buku berikutnya. 🚪🚶Jadi, sudah siapkah kamu untuk kembali mengikuti perjalanan Mi, Ma, Mo, Nona Gigi, dan kawan-kawan? Kalau iya, kamu sudah bisa melakukan Pre-Order bukunya mulai sekarang di Gramedia.com.Dengan harga Rp109.000 kamu berkesempatan untuk berpetualang bersama rombongan anak-anak dan mendapatkan bonus berupa gantungan kunci dan bookmark yang menarik. Yeay! Promo ini hanya berlaku selama 18 hingga 28 Februari ya, Grameds. Jadi jangan sampai ketinggalan! 🙌🏼😉Ikuti Petualangannya di Sini!Baca juga: Higehiro: Kisah Hangat Tentang Rumah, Batasan, dan Kedewasaan yang Menggugah Hati!✨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!