Isuzu Traga Special Edition. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanProdusen kendaraan komersial asal Jepang, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil mempertahankan posisi kuat di pasar kendaraan niaga nasional sepanjang 2025. Perusahaan mencatat pangsa pasar sebesar 29 persen, didorong oleh performa penjualan model andalannya di berbagai segmen usaha.Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Masayasu Hideshima mengatakan, tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri otomotif, terutama di sektor kendaraan niaga. Kondisi ekonomi yang fluktuatif, kehati-hatian pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian, hingga persaingan yang semakin ketat menjadi faktor yang memengaruhi dinamika pasar.Konfrensi pers Isuzu di awal 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan“Namun, dengan strategi yang disiplin dan fokus pada kebutuhan pelanggan, Isuzu tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjaga performa bisnis tetap solid. Market share pada 2025 mencapai 29 persen,” ujar Hideshima di acara Isuzu di Jakarta, Kamis (26/2/2026).Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales Isuzu sepanjang 2025 tercatat sebanyak 25.121 unit. Angka tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 4,8 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 25.295 unit. Capaian tersebut terkoreksi sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan kondisi pasar kendaraan niaga yang masih mengalami tekanan.Iring-iringan Isuzu Traga untuk diekspor berjalan setelah dilepas oleh Presiden Joko Widodo di Karawang Timur, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySecara komposisi penjualan, model Isuzu Traga menjadi kontributor terbesar bagi perusahaan dengan porsi mencapai 47,5 persen dari total penjualan. Permintaan terhadap pikap ringan tersebut dinilai masih kuat, terutama untuk kebutuhan distribusi barang skala kecil hingga menengah.Selain Traga, model Isuzu Elf turut memberikan kontribusi signifikan dengan porsi 23,7 persen. Sementara itu, truk berat Isuzu Giga menyumbang sekitar 18,2 persen terhadap total penjualan perusahaan.Memasuki 2026, perusahaan melihat sejumlah indikator makroekonomi berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan pasar kendaraan niaga. Proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan berada di kisaran 5 persen serta tren penurunan suku bunga acuan dinilai dapat membuka peluang pembiayaan yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha.Konfrensi pers Isuzu di awal 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparanMeski demikian, perusahaan juga mengingatkan adanya tantangan eksternal yang masih membayangi industri otomotif global. Risiko meningkatnya konflik geopolitik dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap stabilitas rantai pasok komponen kendaraan.Untuk menjaga daya saing, perusahaan berencana memperkuat produktivitas manufaktur melalui optimalisasi fasilitas produksi. Langkah tersebut juga mencakup peningkatan kandungan komponen lokal serta modernisasi pabrik guna meningkatkan efisiensi operasional.“Melalui serangkaian strategi yang sudah ditetapkan tahun ini, PT IAMI menargetkan kendaraan Isuzu bisa berkontribusi terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2026,” tuntas Hideshima.