Danantara Umumkan Pemenang Lelang Proyek Sampah Jadi Listrik Pekan Kedua Maret

Wait 5 sec.

Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTODanantara Indonesia akan mengumumkan pemenang tender proyek pengolahan sampah menjadi listrik (waste to energy/WTE) batch pertama pada pekan kedua Maret 2026. Proyek tersebut mencakup empat kota prioritas, yakni Bali, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta yang proses negosiasi dan evaluasi teknisnya kini telah memasuki tahap final.Director Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman mengatakan, salah satu proyek sebenarnya telah mencapai tahap kesepakatan hari ini, sementara satu lainnya masih dalam proses akhir sebelum diumumkan bersamaan.“Yang satu sudah oke, yang salah satunya lagi tunggu,” katanya di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (26/2). Menurut Fadli, Bali dan Bekasi diprioritaskan karena dinilai paling mendesak dari sisi operasional dan kebutuhan penanganan sampah. Tender proyek sampah ini diikuti sekitar 200 perusahaan asing pada tahap penjajakan awal. Setelah proses seleksi, jumlah tersebut mengerucut menjadi 24 peserta tahap lanjutan, terdiri dari 20 perusahaan asal China, tiga perusahaan Jepang, dan satu perusahaan Prancis. Director Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman. Foto: Dok. PertaminaSeluruh peserta diwajibkan menggandeng mitra swasta maupun BUMN lokal sebagai bagian dari skema pengembangan proyek.Fadli mengungkapkan, perusahaan China mendominasi partisipasi pada batch pertama karena dinilai memiliki kecepatan eksekusi serta kapasitas teknologi yang memadai untuk proyek WTE, termasuk standar emisi yang kompetitif.“Dari 20 perusahaan China, ada sembilan yang submit. Yang lain masih wait and see batch dua,” jelasnya.Setelah pemenang ditetapkan, perusahaan terpilih akan menandatangani kerja sama dengan PT PLN (Persero) dan pemerintah daerah terkait. Proses feasibility study (FS), persiapan pembiayaan, serta konstruksi akan berjalan paralel.Seleksi Ketat, Konstruksi 20 BulanFadli menyebut konstruksi dapat dimulai sekitar empat bulan setelah penetapan pemenang tender. Secara keseluruhan, pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar 20 bulan setelah penandatanganan perjanjian, sehingga operasi komersial ditargetkan pada akhir 2027 atau awal 2028. Secara keseluruhan proyek ini akan dibangun di 33 lokasi. Dalam proses seleksi, Danantara menerapkan dua tahap penilaian. Tahap awal mencakup evaluasi administrasi dan rekam jejak perusahaan, kemampuan teknis, kualitas proposal teknologi dan peralatan, kemampuan operasional, desain proyek, rencana pembangunan, serta aspek pengelolaan lingkungan dan sosial. Keberadaan mitra lokal dan keekonomian proyek juga menjadi faktor penting.Foto udara antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/11/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparanPada tahap kedua, Danantara menilai risiko yang muncul dari proposal peserta, baik dari sisi korporasi, teknikal, maupun finansial, sebelum dilakukan negosiasi untuk memastikan strategi mitigasi yang memadai.“Pemenang sesuai perpres adalah yang punya kemampuan finansial kuat dan risiko yang termitigasi dengan baik,” ujar Fadli.Dari sisi dampak ekonomi, proyek WTE ini diperkirakan memberi kontribusi signifikan. Berdasarkan perhitungan konsultan independen, fasilitas WTE berkapasitas 1.000 ton sampah per hari berpotensi menghasilkan dampak ekonomi positif hingga Rp 14 triliun, termasuk perbaikan pengelolaan lingkungan dan penciptaan lapangan kerja.Fadli menambahkan proyek ini berpotensi menciptakan sekitar 3.500 lapangan kerja baru secara langsung maupun tidak langsung. Di lokasi proyek, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan berkisar 300-500 orang, sementara efek berganda di sektor pendukung memperluas penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan.