IEU-CEPA Rampung, RI Akan Teken Perjanjian Dagang dengan Tunisia

Wait 5 sec.

Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOMenteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Indonesia akan segera meneken perjanjian dagang teranyar, yaitu dengan Tunisia.Perjanjian dagang dengan Tunisia akan dilakukan melalui skema Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).Budi menuturkan, setelah sejumlah perjanjian dagang strategis dirampungkan sepanjang 2025, maka giliran Tunisia yang akan menjadi mitra dagang Indonesia selanjutnya.Sederet perjanjian dagang yang rampung pada 2025 antara lain Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia—Uni Eropa (IEU—CEPA), Indonesia—Canada CEPA, Indonesia—Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia—EAEU FTA), dan Indonesia—Peru CEPA.“Tahun kemarin kita sudah menyelesaikan beberapa perjanjian dagang seperti EU-CEPA, kemudian Indonesia-Canada-CEPA, Eurasia-FTA, dan juga Indonesia-Peru CEPA, dan juga sebentar lagi akan ditandatangani Indonesia-Tunisia-PTA,” kata Budi dalam gelaran peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2).Budi menyebutkan perluasan pasar menjadi kunci untuk mendongkrak kinerja ekspor nasional. “Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah bagaimana kita mempunyai banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” ujarnya.Kemendag Akan Gelar TEI ke-41, Bidik Transaksi Rp 293,47 TKemendag akan menggelar pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Budi menyebutkan Kemendag menargetkan gelaran ini bisa menembus transaksi USD 17,5 miliar atau setara Rp 293,47 triliun (asumsi kurs Rp 16.770 per dolar AS).Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan target transaksi tahun ini lebih tinggi dari target transaksi tahun lalu yang sebesar USD 16,5 triliun. Dengan demikian target tahun ini lebih besar USD 1 triliun dari tahun sebelumnya.“Kami targetkan tahun ini transaksinya adalah USD 17,5 miliar. Tahun lalu targetnya adalah USD 16,5 miliar dan tercapai sebesar USD 22,83 miliar. Harapan kita dengan target USD 17,5 miliar ini nanti juga akan tercapai lebih tinggi,” kata Budi dalam peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2).Gelaran TEI 2026 ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk Indonesia mengerek kinerja ekspor nasional. Terlebih saat ini Indonesia juga telah melebarkan pasar global melalui berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan negara mitra yang telah diteken.